Selasa, 10 Juli 2012

cinta yang seharusnya

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

*******************************cinta yang seharusnya*************************************


“haaa… pagi yang indah…” ku awali hari ku dengan meregangkan tubuh yang telah kaku sehabis menikmati mimpi indah semalam. Aku berdiri dibalkon kamarku, menatap pagi yang cerah, dengan dedaunan yang masih dihinggapi embun, burung-burung menyanyikan lagu paginya. “pagi keyla” sapa seorang pria pada ku dari rumah sebelah. Aku yang mendengarnya sontak kaget dan mengarah pada suara tersebut “oh no!!” aku segera berlari memasuki kamarku “oh my god… barusan reza nyapa aku, aku gak mimpi kan??” aku histeris setelah mendapat sapaan dari cowo yang sudah lama aku kagumi dan pernah berkhayal menjadi pacarnya. Bagaimana tidak, reza adalah cowo idaman semua cewe yang ada dikampus. Memang semenjak mama menikah dengan om tomi, upss… maksudnya papa tomi sebulan lalu aku bertetanggaan dengan reza. Tau dong kaya apa bahagianya aku? ini adalah hal yang kebetulan banget.
“keyla… buruan… nanti kamu telat kekampus loh” terdengar suara memanggilku dari balik kamar dan I know who she. “iya ma..” balasku. Segera ku rapikan tempat tidurku yang berantakan. Kemudian bergegas ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

***************

“pakaian udah rapi, rambut udah oke, tas? Udah pas semua isinya” aku berfikir-fikir sejenak agar tidak melupakan sesuatu sebelum berangkat kekampus. “ udah ah let’s go to kampus”.
Ku turuni satu persatu anak tangga menuju ruang makan, disana sudah duduk mama dan papa. “pagi pa, ma..” sapa ku sambil duduk dan langsung menyiapkan sarapan pagiku. “key, kamu yakin mau kerja sambilan?” tanya papa seketika itu. “yakin dong pa.. udah dapet ya pa pekerjaan sambilan buat keyla?” tanya ku pula antusias. “iya, tapi pekerjaannya sedikit berat key” terlihat sedikit memberat ucapan yang keluar dari mulut papa. “seberat apa pun keyla pasti bisa pa.. sebelumnyakan keyla kerja sambilan juga bantu mama”. “pekerjaannya beda dari pekerjaan kamu sebelumnya” terang papa. “memang apa sih pa pekerjaan buat keyla?” mama pun mulai angkat bicara karna mulai penasaran dengan perkataan papa. “salah satu rekan bisnis papa lagi butuh perawat anaknya yang lagi sakit, kamu mau?”. “kalo jadi perawat mah keyla sanggup, pa. kecil..” jawabku mantap. “oke, ini alamatnya. Hari ini kamu harus kesana buat kerja langsung” papa pun memberikan secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat. “dan ini kunci mobil buat kamu” sambung papa lagi yang sekarang memberikan salah satu kunci mobilnya. “buat apa pa? keyla kan udah biasa pake bis kekampus” protesku. “keyla, tempat kerja kamu tu terpencil, jadi kamu harus pake mobil sendiri kesana”. “oke deh pa.. ya udah keyla berangkat kekampus dulu, assalamualaikum ma, pa” aku berpamitan sambil menciumi tangan kedua orang tua ku.

***************

“keyla” sapa seseorang dari balik kaca mobilku sambil mengetuk-ngetuknya. “what?! reza? Dia mau apa ya?” batinku dengan pipi memerah. Segera aku turun dari mobilku dengan salting “reza, a.. ada apa?” tanyaku gugup. “mobil aku lagi dibengkel, tadinya aku mau berangkat bareng kamu naik bis, tapi kayanya kamu hari ini pake mobil” terang reza dengan tampang coolnya. “i…iya udah, kamu naik mobil bareng aku aja.. kamu yang nyetir ya?”. “it’s oke” singkat kata yang muncul dari mulut reza mampu membuat jantungku berdetak lebih kencang. Segera kami memasuki mobil dan rezapun melajukan mobilnya.

**************

Hampir satu jam untuk aku bisa sampai ketempat ini. tempat dimana sekarang aku mulai menjalani pekerjaan baruku. Betul apa yang papa tadi pagi katakan padaku, tempat ini sangat terpencil, hanya ada satu rumah disini, dan disekitar rumah hanya ada pepohonan dan rerumputan hijau, dan satu lagi disana juga ada sebuah danau. Sungguh indah tempat ini!! amazing!!
“tok tok” ku awali dengan mengetuk pintu rumah megah itu. Tak perlu lama aku untuk mengetuk pintu yang besar itu, perlahan dari balik pintu seseorang membukanya. Dibalik pintu ku lihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian blazer hitamnya terlihat anggun memperlihatkan bahwa dia adalah seorang wanita karir “selamat siang” sapanya lembut. “siang bu, saya...” kata-kata ku terpotong oleh wanita itu “iya, saya tau kamu keyla kan? Anak pak tomi yang akan bekerja dirumah saya?” belum sempat aku menjawab wanita itu langsung berkata-kata lagi “saya aneke, saya ibu dari orang yang akan kamu rawat”. “salam kenal tante” sapa ku dengan senyum ceria dan wanita itu pun tidak ingin kalah, ia memberikan senyum yang memperlihatkan kalau ia orang yang sangat ramah. “ayo masuk, saya akan memperkenalkan kamu dengan anak saya langsung”. “iya tante” jawab ku singkat.
Tante aneke membawaku kesebuah ruangan yang cukup besar, dia menghentikan langkahnya didepan pintu ruangan tersebut, sontak aku pun ikut menghentikan langkahku. Dari situ aku bisa melihat jelas seorang lelaki muda duduk diatas ranjangnya, dengan mata yang terus mengarah pada satu titik, jelas ku lihat pandangan lelaki itu kosong. Dalam otak ku pun muncul banyak pertanyaan siapa dia? kenapa dia seperti itu? Sakit kah? Atau kehilangan kejiwaan? Kenapa dia bisa seperti itu?. Bahkan aku tidak menyangka akan merawat seorang lelaki yang bisa tergolong dewasa, bisa ku perhitungkan kalau umurnya tak jauh lebih tua dari umurku, mungkin umurnya hanya berjarak 3 tahun dari umurku.
“dialah orang yang akan kamu rawat. Namanya morgan, dia satu-satunya anak saya. Tapi keadaannya seperti itu, seperti orang yang tidak ada semangat hidup sama sekali. Sudah setahun berlalu, tapi tidak ada perubahan apapun pada morgan, ia slalu diam, tidak pernah sedikitpun mengeluarkan kata-kata” wajah yang tadinya selalu memperlihatkan senyum manisnya sekarang berubah murung. Tante aneke terlihat sangat amat terpukul melihat keadaan anaknya, matanya berkaca-kaca. “boleh keyla dekatin morgan tante?” tanya ku pelan. “oh, tentu, hari ini kamu sudah bisa mulai merawat morgan” sontak ia segera mengeringkan matanya yg tadi berbinar dan mencoba untuk menegarkan hatinya lagi. “silahkan, tante tinggal ya?”. Aku hanya mengangguk sedang.
Setelah ditinggal tante aneke, akupun mulai perlahan mendekati morgan. “hai morgan..” sapa ku pelan takut aku tidak diterima oleh morgan. Namun, ternyata tidak ada respon apa pun dari morgan, dia hanya terdiam dan terus memandang pada satu arah. “kenalin aku keyla, lengkapnya keyla marvella. Aku perawat kamu yang baru.” Perlahan tapi pasti ku ajak ia berbicara dan tidak ragu ku berikan senyum ku padanya. Namun, tetap tidak ada respon. “huuuuuffftttt..” melihat morgan aku hanya bisa menarik nafas panjang.

*************

Malam ini ku rasakan tubuh ku lelah setelah melakukan aktifitas baruku. Menjadi perawat seseorang yang kehilangan kejiwaannya, morgan. Ku sandarkan tubuhku disofa ruang tamu rumahku. “sudah banyak orang yang jadi perawat morgan, mereka semua hanya bisa mengeluh dan akhirnya mengundurkan diri karna tidak sanggup merawat morgan yang tidak ada kemajuan sama sekali. Dokter pun menyerah untuk menyembuhkan morgan. Hanya obat yang bisa saya beri pada morgan. Saya harap kamu bisa lebih lama untuk tinggal merawat morgan disini.”
“gimana hari pertama kamu kerja?” ucapan papa langsung membuat lamunanku buyar. “oh.. eng.. lumayan pa. ini pengalaman baru buat aku”. “kalau kamu gak sanggup bilang aja sama papa. Papa pasti cariin kamu pekerjaan yang lain” ucapan papa seakan tau bagaimana pekerjaan ku saat ini. “gak usah pa, bukan keyla namanya kalau gak sanggup. Jadi papa tenang aja ya?” ucapku mantap. “syukurlah kalau kamu suka”. Aku hanya tersenyum kecil melihat papa percaya denganku.

**************

                 “hey key…” tiba-tiba seseorang menghapiriku yang sedari tadi hanya sibuk membaca novel kesayanganku ditaman kampus. “reza?” jantung yang semula normal berubah 180 derjat menjadi tidak terkendalikan degupannya begitu kencan. “key, aku mau ngungkap rahasia besar sama kamu” ucapnya perlahan. “apa?” tanya ku bingung. “rahasia ini rahasia hati aku” reza mulai menghadapkan tubuhnya padaku yang semula bersandar dibangku “hati aku bilang kalo aku ternyata cinta sama kamu” pernyataan reza sontak membuatku kaget. apa ini? apakah reza sedang menembak ku? “mm.. ma.. maksud kamu apa?” tanya ku gugup. Reza semakin medekat padaku dan kemudian ia menggenggam kedua tanganku “apakah kamu mau jadi pacarku?” pertanyaan itu hampir membuat jantung ku berhentik berdetak. Ini yang selama ini aku tunggu, kesempatan ku untuk menjadi pacar reza anugrah, seorang cowo yang diidolakan oleh para gadis dikampus ini. “are you serious?” tanyaku masih tidak percaya “sure”. “aku mau” dengan sigap aku menjawab pertanyaan reza seolah aku takut pertanyaan itu akan ditarik lagi oleh reza. “jadi sekarang kita pacaran?” reza hanya mengangguk lalu memeluk ku.

************

Betapa senangnya aku hari ini, akhirnya aku bisa menjadi seorang pacarnya reza. dengan hati bahagia aku turuni mobilku, ku langkahkan kakiku memasuki rumah morgan, hari ini aku harus tetap bekerja merawat morgan, besok juga, dan setiap hariku. Ku rasa sekarang aku tidak akan merasa lelah lagi, ada reza yang sekarang menjadi penyemangatku.
Ku lihat morgan yang masih diam seribu bahasa duduk diatas kursi rodanya. “kematian Sandra orang yang dicintai morgan membuat kehidupannya berubah. Begitu besar cintanya morgan kepada Sandra. Sandra seakan bagian dari nyawa morgan, ketika hilang bagian itu, maka yang sebagiannya lagi tak cukup untuk difungsikan dengan baik”.

***************

Semua tentang morgan sudah ku ketahui dari mulut mamanya. Sebulan aku berfikir keras, apa yang bisa aku lakukan untuk kesembuhan morgan. Tidak ada gunanya aku merawat morgan tanpa menyembuhkannya, aku rasa percuma. Setiap saat aku ajak dia berbicara, menceritakan betapa indahnya kehidupan ku. Apa lagi kisah cinta ku dan reza, tidak akan ada yang bisa menandingi kebahagianku itu. Aku ajak dia untuk mengeluarkan semua isi hatinya dan merenungkan masa lalunya. “aku rasa untuk setahun cukup buat kamu mengenang masa lalumu dengan Sandra. Sekarang lupakan semua itu morgan. Masa depan kamu masih panjang, kehidupan baru kamu yang indah sudah menunggu lama, jangan sia-sia kan itu morgan. Jika kamu tetap begini, aku anggap kamu gak lebih dari seorang pecundang” kata pencundang agak aku tekankan pada ucapanku.Setiap hari aku selalu mengajaknya menghirup udara segar, melihat keindahan yang ada disekitar rumahnya, menghiburnya dengan keceriaanku. Namun, sia-sia rasanya morgan masih tetap pada pendiriannya.
Pernah suatu hari aku lelah, aku tidak sanggup untuk merawatnya. Ia terlalu mengeraskan hatinya dan aku luapkan semua kekesalanku padanya “cukup morgan, aku capek ngurus kamu! Aku gak tau apa yang harus aku lakuin! Kamu terlalu keras kepala. Silahkan kamu begini terus, aku gak mau liat kamu lagi! dasar pecundang. PENCUNDANG!!” aku berteriak sekencang-kencangnya dihadapan morgan. Setelah itu aku berlari menjauh dari hadapan morgan. Dari kejauhan ku lihat ada butiran air bening mengalir dari matanya, namun aku tidak memperdulikan itu, aku terlalu emosi pada saat itu.

****************

“key, key.. key!” teriakan itu seketika mebuyarkan lamunan ku. “kamu kenapa sih? Akhir-akhir ini kamu suka melamun kaya gini. Apa yang kamu pikirin? kamu bosan sama aku?” reza terus meluapkan kekesalannya pada ku. “bukan gitu za, aku..” belum sempat aku memberi penjelasan reza langsung menyambar perkataanku “terlebih sekarang kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu  yang gak jelas itu. aku rasa cukup, aku gak mau berhubungan sama cewe kayamu”. “ma..maksud kamu apa za?” sontak aku kaget, apa maksud dari perkataan reza? apa mungkin dia ingin putus? “masih banyak cewe yang lebih cantik nunggu aku diluar sana, dan bisa bahagiain aku dari pada kamu. Jadi sekarang kita PUTUS!!” teriakan reza begitu jelas ditelinga ku. Mata ku terbelalak, aku tidak percaya semua ini. setelah jelas reza bicara dengan ku, ia langsung melangkahkan kakinya pergi dari hadapanku “za, kamu gak seriuskan? kamu Cuma bercandakan? aku tau itu, karna aku tau kamu cinta banget sama aku” aku meraih tangannya dan memastikan ucapannya. Namun, reza hanya menghempaskan tanganku dan terus melangkahkan kakinya pergi menjauh dari hadapan ku. Air mata ku pun tidak terbendung lagi “reza… aku sayang sama kamu… kenapa sih kamu egois? Kenapa reza?” hujanpun turun deras seolah langit ikut menangis melihatku yang lemas tak berdaya. Ku langkahkan kakiku, seolah aku tau dimana tempatku bisa meluapkan kesedihanku.

**********

Dengan badan yang masih basah ku buka pintu besar rumah morgan yang tidak dikunci itu. Kulihat morgan telah menunggu dengan kursi rodanya didepan pintu, seolah ia tau kalau aku akan datang menjenguknya. Aku berlutut dihadapannya “morgan, reza.. reza ninggalin aku” air bening itu kembali membasahi pipiku. Aku terlalu lemah untuk menahannya. Kurebahkan kepalaku dipangkuannya menangis, meluapkan kesedihanku. Namun, sesaat setelah itu kurasakan ada sebuah belaian lembut menyentuh rambutku, sontak aku menoleh “m.. mo.. morgan..” hanya kata itu yang keluar dari mulutku, kata yang terlalu berat ku ucapkan. Morgan membelai rambut ku, apakah ini bertanda morgan akan sembuh? Kesedihanku berubah seketika menjadi senyum penuh haru.

***********

 “mari kita bicara diluar saja, bu aneke” ajak dokter setelah beberapa menit memeriksa morgan, karena penasaran aku pun mengikuti tante aneke dan dokter keluar dari kamar morgan.“ini sungguh keajaiban besar, perkembangan kesehatan morgan drastis meningkat. Saya tidak menyangka bisa seperti ini. apa yang membuat morgan seperti ini bu?” dokter itu seperti kebingungan. “saya juga tidak tau jelas, dok.” Mama morgan pun juga kebingungan. “apa ada orang baru yang dekat dengan morgan?” tanya dokter itu lagi. ibu aneke berfikir sejenak  kemudian menoleh padaku “oh.. keyla, dok. Dia yang sebulan lebih ini merawat morgan”. “oke, saya harap keyla tetap merawat morgan. Dengan itu saya rasa morgan pasti akan segera pulih total”. Mendengar itu aku langsung bergegas memasuki kamar morgan, ku lihat dia hanya terlelap diranjangnya setelah diperiksa dokter. Aku mencoba mendekati morgan dan duduk disampingnya “morgan, maafin aku. aku terlalu emosi waktu itu.” Ku hela nafas ku sejenak “aku janji, aku akan tetap tinggal disini merawat kamu sampai kamu sembuh nanti” entah apa yang menarikku untuk perlahan mencium kening morgan hingga morgan pun terbangun dari tidurnya “ma..maaf gan. Aku udah bangunin kamu. Kamu tidur aja lagi, aku keluar ya” bergegas aku beranjak dari sisi morgan. Namun, tidak sampai aku jauh melangkah morgan langsung menyambar tangan ku “tetap disini” dua kata tapi penuh arti, kata pertama yang ku dengar dari mulut morgan.

************

Sekarang aku kembali yakin, aku benar-benar bisa menyembuhkan morgan walaupun aku bukan seorang dokter ahli, mahasiswi psikologi pun bukan. Setiap hari seperti biasanya aku hiasi hari-hari morgan dengan keceriaan ku. Melihat morgan setiap harinya semakin  pulih membuatku lupa dengan kesedihanku. Kesedihan ditinggal oleh orang yang sangat amat aku cintai, reza. aku tidak peduli lagi dengan reza yang sekarang menghilang entah kemana, yang aku dengar ia pindah kuliah keluar negri. Entah lah, aku tak perduli. Yang terpenting bagiku sekarang adalah kesembuhan morgan.

*************

“key, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” Suara itu, suara yang tak asing lagi bagiku akhir-akhir ini. “mau ngomong apa? ngomong aja” pintahku dengan senyum manisku. “aku cinta sama kamu.” Setelah lama ia memandang lurus kedanau sekarang ia mengarah padaku dan menggenggam tanganku. “aku mau kamu jadi pendamping hidup aku, kamu mau kan?” sontak aku kaget dengan ucapan morgan, aku memang sudah melupakan reza, tapi aku belum bisa membuka hati aku untuk orang lain. Apa yang harus aku katakan pada morgan? Aku tidak mungkin menolaknya. Tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku bingung, ku balikan badanku dan berlari sekencang-kencangnya menjauhi morgan. Ku lihat dari kejauhan morgan sepertinya kecewa dengan sikapku.

**************

Malam ini aku duduk disudut kamarku. Perasaanku bercampuraduk, ada perasaan bingung dengan perasaanku, perasaan sedih, kawatir dengan morgan, apa yang dia lakukan sekarang setelah aku tinggalkan tadi? aku takut dia kenapa-kenapa, aku takut ia kembali prustasi. “lo emang bodoh keyla. Gimana nanti morgan kembali kaya dulu lagi, setelah usaha yang lo lakuin, sekarang lo harus melihatnya hancur lagi? bodoh, bodoh, BODOH!!” teriakanku hampir memecahkan suara derasnya hujan diluar sana.
“keyla!! Aku datang. Keluar key. Aku mau ngomong sama kamu” suara ini tak asing ku dengar, walaupun bisa mengalahkan suara hujan deras, namun tetap lembut ku dengar. Aku beranjak menuju jendela kamarku, ku arahkan pandanganku keluar rumah. Aku tak percaya apa yang ku lihat benar morgan yang ada ditengah hujan sana. “key, kamu pasti gak akan nyangka kalau yang berdiri sekarang disini aku, morgan. Kamu pasti mengira aku kembali seperti dulu. Gak akan, key. Kamu orang yang menyembuhkan aku dan tidak akan pernah aku rusak semua usaha kamu selama ini. aku seperti ini karna cintamu” penjelasan itu seakan menjawab semua kekawatiran ku pada morgan.
Aku berlari menuruni anak tangga, ku ambil payung dan langsung aku berlari menuju morgan tak perduli gemuruh yang menyambar diluar sana. Kulihat morgan hampir pergi dari hadapan ku “morgan” teriakku, namun ia tak mendengarnya. Aku percepat langkah kakiku mengejarnya dan ketika aku mampu meraihnya ku peluk dia erat dari balik punggungnya, hingga payung yang ku pegang ku biarkan terbang dibawa angin. “morgan, jangan pergi” pintaku yang masih terus memeluknya. Morgan menggenggam tanganku yang telah dingin membeku “aku tau kamu masih belum bisa terima cinta lain selain reza. aku ngerti kamu butuh waktu buat mencintai aku. aku sangat ngerti. Jadi silahkan kamu pikirkan lagi, aku pasti akan nunggu kamu sampai kapanpun. Tapi aku mohon.. jangan pernah lari dari hadapanku, aku gak bisa jalanin hari-hari ku tanpa kamu. Karna Cuma kamu yang bisa memberi hidupku warna”. “gak morgan, sekarang aku gak butuh mikir lagi, aku udah tau apa yang harus aku jawab sekarang. Aku juga cinta sama kamu. Aku gak perduli siapa kamu dulu. Dan aku mau jadi pendamping hidup kamu” ucapanku perlahan tapi pasti dan aku yakin dengan perkataanku. “kamu serius key? Kamu yakin?” tanya morgan seketika sambil memegangi kedua pipiku. “aku sangat serius dan aku sangat amat yakin”. Seketika itu terpancar senyum khas dari morgan walau hujan terus mencoba menghapusnya. Dengan badan yang menggigil morgan langsung memelukku erat “makasih key. Makasih my guardian angel”. Perasaanku lega, dipeluk morgan semakin membuatku yakin kalau aku mencintainya, pelukan hangat yang membuatku nyaman sampai-sampai dinginnya hujan tak ku rasakan lagi.

the end

3 komentar:

Fadel Albatawi mengatakan...

Wiih kayaknya soal cinta gak bakal basi ya walaupun sudah di ulang2, Follback gan + commentnya ea http://fadel98.blogspot.com

Widodo mengatakan...

ceritanya keren sob

Ajiez UnHeroes mengatakan...

huahaha :D
iya kawan..makasia:)

nii tulisan adek aku..
masih banyak tuh tulisan lainnya..boleh dibaca gan :D

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost