Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

KEHILANGAN CINTA part 20

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*********************KEHILANGAN CINTA part 20*****************************



sebelumnya..

Ndy, andai aku diberi kesempatan untuk bisa hidup didunia ini
Tak akan kusia siakan hidupku untuk mu
Andai aku diberi kesempatan untuk bisa memeluk mu
Akan ku peluk erat dirimu
Namun waktuku tlah sampai pada ujungnya
Dimana saat dunia kita akan berbeda
Memang jiwaku yang mati
Tapi tenanglah sayang,
 cintaku akan slalu hidup disisimu & menemanimu
sudah lah jangan menangis
biarkan senyummu mengantarkan kepergianku nanti.

Setelah itu tak ada lagi kata yang terucap dari mulut bisma. matanya terpejam, mukanya memucat, tangannya lemas tak lagi menggenggam tangan nindy seperti sebelumnya. sehelai kertas yang ada ditangannya perlahan jatuh.“bisma” sapa nindy. Namun, tak ada jawaban “bisma, bangun… bangun bisma..” seru nindy sambil mengguncangkan bahu bisma. namun, tubuh bisma lemas, tak ada sedikitpun nafas yang terhembus dari hidung dan mulutnya.  “BISMAAAAAA….!!!!” nindy berteriak dan memeluk tubuh kekasihnya itu, air matanya mengalir deras.

************

                Siang itu pemakaman bisma dilangsungkan. Semua orang berduka. Nindy yang ditemani oleh mila dan kakanya rangga masih bersedih tak rela melepaskan kepergian bisma. sementara dicky ilham dan kedua orang tuanya terlihat murung. Kini bisma telah tertimbun didalam gundukan tanah.
                setelah pemakaman selesai, satu persatu orang pergi. Kini tinggal nindy sendirian tertegun melihat makam bisma. mukanya sembab dan air matanya masih tetap mengalir. “gak seharusnya aku menangis seperti ini, dan itu adalah janjiku padamu dulu bisma.. tapi maafkan jika aku mengingkarinya. Aku tak kuasa melihat jiwamu pergi dari sisiku, biarkan aku menangis untuk kali ini saja sayang.” Ucap nindy sambil memeluk batu nisan bisma.

*********

                Nindy berdiri dipantai, ditepi tebing dimana dulu ia pernah datangi bersama bisma dulu. “disini dulu kamu menghapus kesedihanku, bis. Dan sekarang setelah sebulan aku berusaha keras untuk menepati janjiku padamu, akanku hapus air mata dan kesedihanku disini” nindy menghela nafasnya sejenak “aku percaya, walau jiwamu tlah mati, tapi cintamu masih disini” ucap nindy sambil memegang dadanya.


The end

KEHILANGAN CINTA part 19

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*********************KEHILANGAN CINTA part 19*****************************

sebelumnya..

“ham, kok kalian diluar? Ada apa?” Tanya nindy. “mmm… eng… bisma ndy” ucap ilham ragu. “bisma kenapa ham?” Tanya nindy yang mulai cemas dengan keadaan bisma. “bisma..” ucap ilham terpotong ketika dokter keluar dari kamar rawat bisma. “bisma gimana dok?” Tanya dicky pada dokter.

“mas..” dokter menghela nafasnya sejenak “bisma keadaannya sudah mulai tidak stabil.. kanker yang bersarang diotaknya sudah semakin parah, jadi saya rasa waktunya sudah tidak lama lagi” ucap dokter mantap. Nindy kaget mendengar ucapan dokter sehingga makanan yang dibawanya  jatuh kelantai, air matanya mengalir deras. Segera ia berlari memasuki kamar rawat bisma dan diikuti oleh ilham dan dicky.

                “bisma” seru nindy sambil menghampiri dan memeluk bisma. “kamu kenapa? Jangan menangis seperti itu” ucap bisma sambil mengusap kepala nindy. Tangis nindy semakin menjadi ketika melihat raut muka bisma yang sangat pucat itu. “sudah lah nindy, kamu jangan menangis.. hapus air mata kamu” bisik ilham pada nindy. Kemudian nindy pun mengusap air mata yang mengalir dipipinya.

************

                Hari sudah melihatkan sinar senjanya. Saat itu bisma terbangun dari tidurnya. Sementara nindy merebahkan kepalanya disamping bisma sambil tertidur lelah. Bisma yang mendapati tangan nindy menggenggam tangannya, melepaskannya dan ia berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya. Nindy yang tertidur sontak terbangun “bisma, kamu mau kemana?” Tanya nindy sambil mengusap matanya. “ndy, aku ingin menghirup udara luar” ucap bisma lemas. “ya udah sini aku bantu untuk pindah kekursi roda” ucap nindy sambil memegangi bisma. akhirnya nindy mendorong kursi roda bisma menuju halaman rumah sakit. Nindy berhenti  dibawa pohon yang rimbun, ia menghentikan kursi roda bisma “ndy” sapa bisma sambil memegangi tangan nindy. Nindy bergegas berjalan kehadapan bisma dan bertekuk di rumput. “ndy aku sayang sama kamu” ucap bisma. “aku juga sayang sama kamu” ucap nindy sambil memberikan senyum termanisnya pada bisma. “ndy, aku mau membacakan sebuah puisi aku untuk kamu, dengerin ya?” ucap bisma. “iya, aku dengerin” balas nindy.
Ndy, andai aku diberi kesempatan untuk bisa hidup didunia ini
Tak akan kusia siakan hidupku untuk mu
Andai aku diberi kesempatan untuk bisa memeluk mu
Akan ku peluk erat dirimu
Namun waktuku tlah sampai pada ujungnya
Dimana saat dunia kita akan berbeda
Memang jiwaku yang mati
Tapi tenanglah sayang,
 cintaku akan slalu hidup disisimu & menemanimu
sudah lah jangan menangis
biarkan senyummu mengantarkan kepergianku nanti.

part-part terakhir ni..like dan coment na diperlukan..

KEHILANGAN CINTA part 18

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*********************KEHILANGAN CINTA part 18*****************************


sebelumnya..

“nindy” seru mila memanggil nindy. Nindy yang asyik masak didapur segera menuju ruangan tengan dimana kakaknya mila memanggil “iya apa kak?” ucap nindy sambil mengelap tangannya dicelemek yang ia pakai. “ni ada surat buat kamu” ucap mila  sambil memberikan surat itu kenindy.

“dari siapa kak?” Tanya nindy. “gak tau dek” jawab mila. “oh ya udah, makasih ya kak”. “iya masama dek” ucap mila sambil berlalu pergi.

                Nindy kemudian membuka surat yang ada ditangannya itu dan membacanya.

Dear nindy
                Aku sadar aku udah salah sama kamu selama ini, aku udah sering banget nyakitin hati kamu. Aku ingat saat dulu kita masih bersama, hubungan kita sangat baik. Tapi setelah aku kembali dari ausi mungkin kamu merasa aku jauh berubah. Aku tega membiarkan kamu melihat aku bersama cewe lain dan aku tak mengakui kamu. Pasti sakit rasanya hatimu pada saat itu. Tapi setelah itu aku datang lagi meminta cinta kamu yang mungkin pada saat itu tak ada sedikitpun perasaanmu pada ku lagi. tapi aku terus memaksa mu buat kembali keaku lagi. namun, sekarang aku udah bisa ngelepasin kamu. Aku tau kamu gak akan bahagia kalo aku terus maksa kamu. Sekarang kamu bisa bahagia dengan pacar barumu.
                Aku kirim surat ini Cuma untuk berpamitan sama kamu. Aku akan kembali keausi untuk menjalani tugas kerjaku. Selamanya aku akan sayang sama kamu. Makasih atas waktunya ya. See you nindy.

Reza anugrah

                          Nindy tertegun membaca surat dari reza itu. Tapi disisi lain ia merasa lega reza sudah bisa merelakannya. Nindy kemudian meletakkan surat itu dimeja dan kembali kedapur menyiapkan masakan untuk dibawanya kerumah sakit nanti.

***********

                Sesampainya dirumah sakit nindy langsung menuju kamar rawat bisma, tapi tak sampai nindy masuk kekamar rawat bisma, ia melihat ilham duduk dikursi ruang tunggu dan dicky mondar mandir tak karuan, seperti orang yang gelisah.

                “ham, kok kalian diluar? Ada apa?” Tanya nindy. “mmm… eng… bisma ndy” ucap ilham ragu. “bisma kenapa ham?” Tanya nindy yang mulai cemas dengan keadaan bisma. “bisma..” ucap ilham terpotong ketika dokter keluar dari kamar rawat bisma. “bisma gimana dok?” Tanya dicky pada dokter.

kenapa ya bisma na??lanjut na dinext part ya..


KEHILANGAN CINTA part 17

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*********************KEHILANGAN CINTA part 17*****************************



bruuuuukkkkk reza membalas pukulan dari bisma, namun ternyata pukulan reza tidak mengenai bisma, sebelum sempai tangan reza, nindy telah datang duluan menglindungi bisma. nindy terlihat pusing namun dia berusaha untuk tak pinsan. “nindy, maafin aku” ucap reza.


Tiba-tiba ilham dan dicky melihat kejadian itu, mereka berlari menuju nindy dan bisma. “eh, kamu apa-apaan sih? Gak jentle banget sih mukulin cewe??” bentak dicky. Dicky mencoba memukul reza tapi ilham menghalanginya dan memegangi dicky “udah ky, gak usah kita ladenin cowo ini”. “kamu, pergi dari sini sekarang!!!” bentak ilham sambil mengusir reza. reza terpaksa pergi dengan muka yang kesal. Setelah itu segera dicky dan ilham menghampiri nindy yang terduduk dirumput “ndy, kamu gak apa??” Tanya dicky. “aku gak apa-apa, kalian bawa bisma kekamarnya aja” pinta nindy. Sementara bisma, badannya tiba-tiba menjadi lemas, kepalanya mulai kembali sakit dan akhirnya dia pinsan. Ilham,dicky, dan nindy sontak kaget dan langsung membawanya kekamar rawat.

                “dok, tolong bisma dok..” desak nindy pada dokter sambil memegangi kepalanya yang masih pusing. Sementara doktermenangani bisma, diruang tunggu seolah tak kuat lagi dengan pukulan reza tadi, nindy pingsan dan menjatuhkan dirinya. Sontak dicky dan ilham yang juga ada disitu langsung menolong nindy dan membawanya keruang rawat lain.

***********

                Tak berapa lama nindy pingsan, ia akhirnya sadar “bisma” ucap nindy pelan. Sementara dicky yang menunggunya menoleh  kearah nindy. “dicky, gimana bisma?” Tanya nindy. “bisma udah gak apa-apa kok” jawab dicky. “aku mau ketemu bisma” ucap nindy sambil duduk dan beranjak dari tempat tidurnya. “iya,iya.. ndy.. pelan-pelan ya… aku anterin kamu” ucap dicky sambil memegangi nindy.

                Sesampainya nindy dikamar rawat bisma, ia langsung menghampiri bisma. “nindy, kamu gak apa-apa?” Tanya bisma cemas. “iya aku gak apa-apa, yang harus dikwatirkan itu kamu, kamu gak apa-apakan?” Tanya nindy balik. “aku juga gak apa-apa” jawab bisma. “tenang aja ndy, ini semua gak akan terjadi lagi, tu cowo gak akan nunjukin mukanya lagi, kalo sampe.. siap-siap berhadapan sama aku” ucap dicky. Plaaakkk ilham menjitak kepala dicky “banyak omong kamu ky..”. “ya kamu..” dicky memanyunkan mulutnya. Bisma dan nindy hanya tertawa melihat ulah dua adiknya bisma.

***********

                Pagi ini nindy tidak seperti biasa berangkat pagi buat menemui bisma dirumah sakit. Ia ingin memasakan nasi goreng special buat bisma dirumahnya. Bisma bilang kalau dia bosan makan makanan yang diberi oleh rumah sakit, ia ingin nindy memasakan sesuatu untuknya.

                “nindy” seru mila memanggil nindy. Nindy yang asyik masak didapur segera menuju ruangan tengan dimana kakaknya mila memanggil “iya apa kak?” ucap nindy sambil mengelap tangannya dicelemek yang ia pakai. “ni ada surat buat kamu” ucap mila  sambil memberikan surat itu kenindy.

surat dari siapa ya??liat kenext part ya...

Senin, 23 Juli 2012

KEHILANGAN CINTA part 16

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*********************KEHILANGAN CINTA part 16*****************************


sebelumnya..

Saat nindy pergi, reza pun datang dilain arah.

Sementara itu rangga yang bersiap-siap berangkat kerja terhenti sejenak melihat kedatangan reza “mau ngapain lagi sih kamu kesini? Gak capek ya?” ucap rangga sewot. “aku sengaja datang pagi-pagi kak biar bisa ketemu nindy. Nindynya pasti belum pergikan?” Tanya reza sambil melemparkan senyumnya. Sementara rangga terus memasang wajah sangarnya “dia baru aja pergi”. “dia kemana sih kak?” Tanya reza kesal. “dia nemanin cowonya yang lagi sakit dirumah sakit” ucap rangga. “cowonya?? Nindy udah punya cowo?” Tanya reza. “iya, dan tentunya cowonya itu lebih baik dari pada kamu” ucap rangga kemudian pergi meninggalkan reza.

************

                Dirumah sakit seperti biasa nindy mengganti bunga divasnya, mengupas buah dan menyuapkannya kebisma, dan mengajak bisma jalan-jalan dihalaman rumah sakit yang rimbun oleh pohon-pohon yang tumbuh. dibawah sebuah pohon nindy menghentikan kursi roda bisma. iya bersimpuh dirumput dan bersandar dibahu bisma sambil memeluk bisma dari samping “aku sayang sama kamu bis” ucap nindy “aku seribu kali sayang  sama kamu” sambung bisma. “ndy” sapa bisma “apa?”. “sisa hidup aku udah semakin berkurang ndy, kalo udah tiba saatnya nanti aku harap kamu bisa ngelepasin aku dengan senyuman” ucap bisma lemas dengan wajah pucatnya. “iya, aku pasti ngelakuin itu buat kamu, tapi jangan marah ya kalau ntar aku gak sanggup Menuhin permintaan kamu itu ya?” ucap nindy sendu. Seketika itu juga nindy meneteskan air matanya dan melihat itu bisma menampung air mata nindy dengan telapak tangannya dan kemudiam bisma menggenggam air mata itu erat-erat dan meletakkan kedadanya. Hal itu membuat hati nindy luluh. Kemudian nindy pun mempererat pelukannya.

                “nindy” seru seseorang dari belakang. Sontak nindy dan bisma menoleh kearah suara itu “reza” ucap nindy pelan. Segera nindy menghampiri reza “kamu kok tau aku disini”. “aku tau dari kak rangga” ucapnya “kamu ngapain sama dia?” sambungnya lagi. namun nindy tak menjawab apa-apa. kemudian reza langsung menarik tangan nindy “kamu apa-apan sih?” ucap nindy sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman reza, tapi genggamannya terlalu kuat buat nindy untuk melepaskannya. “ayo kita pergi dari sini” bentak reza. Sementara bisma yang melihat itu semua menjalankan kursi rodanya kearah nindy dan reza “lepesin tangan nindy” pinta bisma. “eh, kamu siapa? Gak usah deh ikut campur dengan urusan kami” ucap reza kasar. “aku pacarnya nindy, jadi tolong jangan ganggu cewe aku..” pinta bisma lagi. “apa? pacar? Udah deh.. kamu gak usah cari-cari masalah, kamu tu Cuma cowo penyakitan, bisa apa?” ucap reza. Mendengar perkataan reza bisma kesal, ia ingin sekali menonjok reza. Kemudian bisma mencoba untuk berdiri dari kursi rodanya dan bruuuukkkk dengan tenaga yang tersisa bisma menonjok reza. reza mengusap tepi bibirnya yangg berdarah “ternyata kamu masih punya tenaga buat mukul orang”. dan bruuuuukkkkk reza membalas pukulan dari bisma, namun ternyata pukulan reza tidak mengenai bisma, sebelum sempai tangan reza, nindy telah datang duluan menglindungi bisma. nindy terlihat pusing namun dia berusaha untuk tak pinsan. “nindy, maafin aku” ucap reza.

mau tau kelanjutannya??next part aja ya??

KEHILANGAN CINTA part 15

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


************************KEHILANGAN CINTA part 15****************************


sebelumnya..

“ndy, aku gak pingin kamu jadi sedih kaya gini” ucap bisma yang terbaring lemas ditempat tidurnya “aku pingin kamu kesini Cuma mau bilang aku cinta sama kamu ndy” ucapnya. “bisma” ucap nindy sambil terus meneteskan air matanya.


“aku Cuma pingin ngungkapin perasaan aku, aku  gak minta kamu jadi pacar aku, karna aku tau hidup aku gak akan lama lagi dan aku juga tau dihati kamu Cuma ada reza” ucap bisma. “bis, kamu jangan bilang gitu, sekarang aku gak punya perasaan apa-apa sama reza, sekarang aku baru sadar kalau orang yang aku cinta itu kamu, orang yang juga mencintai aku sepenuh hatinya” ucap nindy. Kemudian ia memeluk bisma.

***********

                Sekarang setiap hari nindy selalu menjenguk bisma, merawatnya sepenuh hati, membawakan buah dan mengganti bunga divas bunga dikamar rawat bisma setiap hari, dan mengajaknya menghirup udara segar dihalaman rumah sakit. Bisma terlihat senang karna ada nindy yang slalu menemaninya disisa-sisa hidupnya.

***********

                Pagi ini seperti biasa nindy bersiap-siap berangkat kerumah sakit untuk menjenguk bisma. sementara kakaknya rangga heran melihatnya akhir-akhir ini slalu berangkat pagi-pagi dan dia tidak tau nindy kemana “eh dek, kamu belakangan ini jarang dirumah, kamu kemana sih? Padahal kamu lagi cuti kuliah kan?” Tanya rangga menghentikan langkah nindy yang berjalan menuju pintu depan. “kak, tenang aja aku gak nemuin reza kok” ucap nindy. “iya kaka tau kamu gak nemuin reza” ucap rangga mantap. “kaka kok yakin gitu?” Tanya nindy bingung. “karna selama kamu gak dirumah, cowo tengik itu sering datang kesini cariin kamu, dan gak tau malunya lagi, dia sering kaka marahi dan kaka usir, tapi malah terus-terusan datang dan nyogok kaka dengan barang-barang yang gak jelas.” Jelas rangga. “trus kaka terima?” Tanya nindy. “ya gak lah, sampai kapan pun kaka gak akan pernah suka sama dia” rangga menghela nafasnya sejenak “jadi selama ini kamu kemana sih?”. “ceritanya panjang kak” nindy menceritakan semuanya pada kakanya rangga. semua tentang bisma. “kaka bangga sama kamu dek, jaga terus cinta kamu ya” ucap rangga memberikan semangat pada adeknya itu. “ya udah kak, aku pergi dulu ya?” nindy berpamitan pada kakanya. “senyum semangat dek” seru rangga.

                Saat nindy pergi, reza pun datang dilain arah.

bagaimana kisah selanjutnya??yuk kita kenext part..

KEHILANGAN CINTA part 14

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

**********************KEHILANGAN CINTA part 14*****************************


sebelumnya..

Saat dicky berjalan menyusuri lorong rumah sakit, ia berbelok dan memasuki sebuah ruang rawat. “dicky ngapain sih kesini? Jangan bilang kalau..” nindy kemudiam berdiri didepan ruangan itu dan mencoba melihat siapa yang ada didalam melalui celah pintu yang agak renggang.


“bis, aku gak ketemu sama nindy.. dia gak datang, maaf ya ma..” ucap dicky sambil tertunduk.”iya, gak papa kok ky” ucap bisma yang terbaring diranjang rumah sakit itu dengan wajah yang pucat ditambah kemurungannya yang belum bisa bertemu dengan nindy. “kamu gimana sih ky?? Gitu aja gak bisa, ya udah biar aku aja deh yang nemuin nindy” ucap ilham yang tiba-tiba angkat bicara sambil pergi keluar dari ruangan itu.

“ha?? Bisma??” ucap nindy kaget melihat orang yang dirawat diruangan itu. Saking kagetnya ia tidak menyadari kalo ilham berada dihadapannya. “kak nindy, kok bisa disini?” Tanya ilham. “eh ham, eng…. Aku tadi ngikutin dicky” ucap nindy “bisma kenapa ham?” lanjutnya. “mmm… sini deh kak” ucap ilham sambil menarik tangan nindy menjauh dari ruang rawat bisma. sementara mayang dan morgan masih bingung melihat apa yang terjadi dengan temannya itu, mereka hanya menonton apa yang sedang terjadi.

“bisma kenapa sih??” Tanya nindy penasaran. “mmm.. bisma mengidap kanker otak kak” ucap ilham ragu. “apa???” ucap nindy tak percaya dengan apa yang dikatakan ilham. Seketika itu juga air mata nindy mengalir, entah perasaan apa yang dirasakan nindy. Perasaan kasian kah? atau perasaan sedih yang dirasakannya. Yang ia rasakan hanya kegalauan dihatinya. “dokter bilang hidup bisma hanya tinggal beberapa minggu lagi kak, makanya kami ingin disisah hidupnya bisma ditemani oleh orang yang paling dia cinta” jelas ilham. “maksud kamu” ucap nindy tak mengerti. “bisma itu sebenarnya cinta sama kak nindy, tapi dia gak mau bilang itu semua kekak nindy, dia gak ingin kak nindy sedih kalo dia pergi nanti” terang ilham lagi. tangis nindy semakin menjadi-menjadi, nindy bingung.

Kemudian nindy berlari memasuki ruangan bisma “bisma” serunya. Sontak bisma dan dicky menoleh kearah nindy “nindy” ucap bisma lemas. Sementara ilham, mayang, dan morgan juga mengikuti nindy masuk keruangan bisma.

Nindy menghampiri bisma “kenapa sih kamu gak bilang kalo kamu tu sakit? Aku kuatir sama kamu bis..” ucap nindy. “ndy, aku gak pingin kamu jadi sedih kaya gini” ucap bisma yang terbaring lemas ditempat tidurnya “aku pingin kamu kesini Cuma mau bilang aku cinta sama kamu ndy” ucapnya. “bisma” ucap nindy sambil terus meneteskan air matanya.

loh? bisma bilang apa tu? apa ya respon dari nindy?buruan kepart selanjutnya ya??

KEHILANGAN CINTA part 13

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

*****************KEHILANGAN CINTA part 13*********************************


sebelumnya..

“ndy, aku mohon ndy.. aku sayang sama kamu.. kamu juga sayangkan sama aku?” ucap reza memelas. Sejenak nindy terdiam, fikiran nindy buyar, dia baru sadar kalo dia udah janjian dengan dicky 1jam lalu. “ya ampun, dicky” seru nindy.


Bergegas nindy beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju pantai yang gak jauh dari café itu. “ndy, kamu mo kemana? Kamu belum jawab pertanyaan aku ndy” ucap reza seraya melerai tangan nindy. “maaf za, aku ada urusan penting” ucap nindy. “apa masih ada yang lebih penting selain hubungan kita?” Tanya reza yang masih menahan nindy. Namun, nindy tak memperdulikan perkataan reza dan melepaskan genggaman tangan reza. Kemudian ia kembali berlari mengejar waktu.

                Saat nindy sampai dijalan dekat pantai, ia melihat dicky masuk kemobilnya dan melaju pergi “dicky, dicky.. tunggu..” teriak nindy sambil mengejar mobilnya, tapi dicky tidak mungkin mendengar teriakan nindy. Saat nindy menyerah mengejar dicky, tiba-tiba sebuah mobil berhenti didekatnya. “ndy, kamu mau kemana?” Tanya seseorang yang menyeru nindy dari dalam mobilnya. “mayang” ucap nindy sontak melihat kearah orang itu yang ternyata mayang temannya, ada morgan juga. Segera nindy berlari memasuki mobil itu “gan, ikuti mobil itu, cepeten….” Ucap nindy sambil menunjuk mobil dicky yang melaju. “iya,iya ndy..” ucap morgan yang panic melihat nindy. “emang ada apa sih ndy? Siapa orang yang kamu kejar itu?” tanya mayang yang juga ikut panic. “ceritanya tu panjang entar deh aku ceritain” ucap nindy yang matanya masih focus memandangi mobil dicky.

                Tidak beberapa menit mobil dicky memelankan laju mobilnya dan memarkirkannya didepan sebuah rumah sakit. Morgan pun menghentikan mobilnya “dia masuk kerrumah sakit tu ndy” ucap morgan sambil terus memandangi gerak gerik dicky. Nindy kemudian turun dari mobil dan masuk kerumah sakit itu mengikuti dicky. Mayang dan morgan pun yang penasaran juga mengikuti nindy. “ndy tunggu kita dong..” seru mayang.

                Saat dicky berjalan menyusuri lorong rumah sakit, ia berbelok dan memasuki sebuah ruang rawat. “dicky ngapain sih kesini? Jangan bilang kalau..” nindy kemudiam berdiri didepan ruangan itu dan mencoba melihat siapa yang ada didalam melalui celah pintu yang agak renggang.

siapa yang dirawat diruangan itu ya??see next part ya teman2..

KEHILANGAN CINTA part 12

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


************************KEHILANGAN CINTA part12*********************************


sebelumnya..

Kau buat ku gerah rah rah rah.. segera nindy merogok tasnya dan terlihat dilayar hapenya nama sipenelpon reza my honey. Memang nindy belum mengganti nama reza dihapenya dari dulu. Selain ia belum sempat mengganti, dia juga masih mengharapkan reza kembali padanya. Segera nindy mengangkat telponnya.


Reza : ndy, aku pengen ketemu kamu
Nindy : kapan za?
Reza : sekarang dong..
nindy : (berfikir sejenak) oke, kita ketemu dimana?
Reza : dicafe dimana kita sering ketemu dulu
Nindy : oke, aku segera kesana
Nindy pun menutup telponnya.

                “oh, jadi kamu mo ketemu reza?” Rangga sejenak menghela nafasnya “dek, harus berapa kali sih kaka bilang sama kamu? Reza tu gak tulus cinta ma kamu, dia Cuma mainin kamu dek.. kapan sih kamu bisa sadar?” amara Rangga pun meluap pada adeknya itu. Namun nindy tak memperdulikan kata kata kakanya n segera beranjak pergi keluar dari rumahnya.

***********

                Sesampai ditempat ia tuju, nindy langsung bergegas memasuku café dimana ia janjian dengan reza. “nindy” seru reza ketika melihat nindy memasuki café. Segera nindy menghampiri reza. “silahkan duduk” ucap reza, nindy pun duduk. Nindy seakan lupa dengan janjinya pada dicky, dengan keinginannya bertemu dengan bisma. semua itu ia lupakan.

 Jam sudah menunjukkan jam 09.30, dicky yang menunggu nindy dipantai gelisah menunggu nindy. Berkali-kali ia mencoba menelpon nindy, tapi tak aktif-aktif. “nindy kemana sih?” ucap dicky. dan sejam dicky menunggu, nindy juga tak datang, akhirnya dicky pun pergi dengan wajah kesal.

                Sementara dicafe nindy masih bersama reza. “ndy, kamu mau kan kembali keaku?” reza menghela nafasnya “kita mulai semuanya dari awal ndy, aku janji gak akan nyakitin kamu lagi” ucap reza memohon sambil memegangi tangan nindy. Namun nindy masih terus diam “kenapa sih aku gak bisa bilang iya, ini kan yang aku inginkan? Reza kembali kepelukan aku, tapi kenapa lidah aku keluh kaya gini” batin nindy. “ndy, aku mohon ndy.. aku sayang sama kamu.. kamu juga sayangkan sama aku?” ucap reza memelas. Sejenak nindy terdiam, fikiran nindy buyar, dia baru sadar kalo dia udah janjian dengan dicky 1jam lalu. “ya ampun, dicky” seru nindy.

aduh.. nindy lupa tu.. gimana ya dicky masih nunggu atau gak??liat next part aja ya..

KEHILANGAN CINTA part 11

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*****************************KEHILANGAN CINTA part 11****************************


sebelumnya..

“nindy” sapa seseorang memecahkan lamunan nindy.


Sontak nindy terkejut dan memandang kearah suara tadi “reza?” ucapnya tak percaya. Segera reza menghampiri nindy “ndy, aku pengen bicara sama kamu”. “mau bicara apa lagi, udah lah za.. aku capek” ucap nindy lesu. “ndy, please.. kasih aku waktu sebentar aja..” ucap reza memelas. “oke, sekarang kamu mau ngomong apa?” Tanya nindy bersiap-siap mendengarkan reza. Seketika reza langsung memeluk nindy “ndy, maafin aku, aku udah banyak salah sama kamu.. aku sadar sinta bukan orang yang tepat buat aku.. Cuma kamu orang yang paling aku cinta ndy.. aku pengen kamu balik lagi sma aku” ucap reza tanpa henti dan semakin mempererat pelukannya. Namun, segera nindy melepaskan pelukan reza “za, mudah kamu bilang kaya gitu setelah kamu tega ninggalin aku pergi sama cewe lain dan sekarang kamu minta kembali” nindy menghela nafasnya sejenak dan mencoba meredam tangisnya, namun air matanya tetap mengalir “kamu tega za, kamu tega..” ucap nindy dan memukul-mukul dada reza. Sementara reza membiarkan nindy memukuli nya, kemudian melihat nindy menangis reza langsung memeluknya lagi.

*************

                Kau buat ku gerah rah rah rah.. entah ada apa pagi-pagi nada dering hape nindy berbunyi tanda seseorang menelponnya. “aduh.. siapa sih yang nelpon pagi-pagi gini??” keluh nindy yang masih setengah sadar  terbaring dikasurnya. Segera ia meraba-meraba meja disamping ranjangnya mencoba mengambil hapenya. Setelah ia menemukan hapenya segera ia melihat layar tertulis nama sipenelpon dicky.
Nindy : ya halo ky
Dicky : ndy, benaran kamu mau ketemu sama bisma?
Nindy : bisma?? (langsung duduk) iya, aku mau ketemu bisma. dia sekarang dimana?
Dicky : oke, aku tunggu kamu dipantai jam 10
Nindy : oke.. aku pasti akan datang
Dicky : sampai jumpa dipantai ya ndy

Setelah itu telpon pun terputus. Sejenak nindy memandang kearah jam dinding dikamarnya, jam menunjukkan pukul 9. Segera ia bersiap-siap buat menemui dicky, dengan harapan ia bisa menemukan bisma.

***********

Setelah nindy selasai mandi dan rapi-rapi, ia langsung keluar dari kamarnya dan langsung menuju pintu depan, namun sebelum sampai Rangga sudah mencegatnya terlebih dulu “mo kemana kamu dek? Bukannya masa magang kamu udah selesai?” Tanya kakaknya Rangga. “udah lah kak, aku tu udah dewasa, masih perlu kakak tau aku mau kemana?” ucap nindy kesal dan berlalu pergi. Namun sebelum sampai nindy melangkah, hapenya berbunyi lagi.

                Kau buat ku gerah rah rah rah.. segera nindy merogok tasnya dan terlihat dilayar hapenya nama sipenelpon reza my honey. Memang nindy belum mengganti nama reza dihapenya dari dulu. Selain ia belum sempat mengganti, dia juga masih mengharapkan reza kembali padanya. Segera nindy mengangkat telponnya.

mau apa lagi ya reza??penasaran?? next part aja deh..

Jumat, 13 Juli 2012

KEHILANGAN CINTA part 10

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

****************************KEHILANGAN CINTA part 10*******************************


sebelumnya..

Akhirnya setelah lama menunggu, dicky datang menghampiri nindy. Dilihat nindy dicky datang menghampirinya bersama seorang wanita paruh baya.

_kehilangan cinta 10_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita

“hai nindy..” seru dicky. Nindy hanya memberikan senyum termanisnya. “ndy, kenalin ini mama aku” sambung dicky. “hai tante, saya nindy, selamat ulang tahun ya tante..” sapa nindy. “oh.. iya, makasih nindy” sahut mama dicky. “ma, ini loh.. yang akhir-akhir ini dekat sama bisma. cantik kan ma??” ucap dicky. “oya?? Cocok banget sama kaka kamu” sambung mama dicky sambil tersenyum. “oya, bismanya mana ya tan?” Tanya nindy lembut. “mmm..” ucap mama dicky terpotong “bismanya tiba-tiba mendadak ada urusan keluar kota ndy” potong dicky. Kembali terjanggal dalam benak nindy, sebenarnya ada apa dengan bisma, kenapa dicky slalu menutup-nutupi cerita yang sebenarnya. “nindy, tante tinggal dulu ya..” ucap mama dicky sambil berlalu pergi.

                “dicky” tegur nindy. “ya, apa?” Tanya dicky. “sebenarnya kamu nutupin sesuatu kan?” Tanya nindy penasaran. “mm..mm.. gak ada kok” ucap dicky gugup. “dicky, kemarin, terakhir aku sama bisma, dia tu kaya orang kesakitan, ada apa sih dengan bisma?” Tanya nindy mendesak dicky. “eh… eng…” dicky bingung harus menjawab apa. “bisma gak kenapa kenapa kok ndy. Dia mungkin Cuma pusing ja, kamu gak usah kuatir ya?” terang ilham yg tiba-tiba datang menghampiri nindy dan dicky. Namun nindy masih tidak percaya dengan apa yang dicky dan ilham katakan, pasti ada sesuatu yang tidak nindy ketahui.

**********

                Tepat didepan rumahnya, nindy menuruni taxi yang ditumpanginya dari pesta mamanya bisma. turun dari taxi, ia terus memikirkan bisma dan mengkwatirkannya. Ia masih belum tau dimana sekarang bisma, bagaimana keadaannya. “apa yg aku rasakan sekarang ini, apa aku mulai bisa membuka hati ku buat orang lain? Apa aku mulai mencintai bisma? ntah lah” batin nindy.

                “nindy” sapa seseorang memecahkan lamunan nindy.

siapakah itu?? part berikut na aja deh..

KEHILANGAN CINTA part 9

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

************************KEHILANGAN CINTA part 9**********************************


sebelumnya...

“iiikkkkhhh.. lebay banget sih ini orang” ucap nindy dalam hatinya. “ya udah, aku anterin kamu pulang ya?” ajak Rafael.

_kehilangan cinta 9_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita

“gak usah raf, aku pulang naik taxi aja” tolak nindy. “udah ayok, aku anterin aja” ajak Rafael lagi sambil menarik tangan nindy. Nindy terpaksa harus menerima ajakan Rafael. Namun, Rafael terus memperhatikan nindy dan didalam hatinya ia berkata “sepertinya nindy gak suka sama aku, gak punya perasaan sama sekali”.

************

                Sesampai didepan rumah nindy turun dari mobil Rafael tanpa mengajak Rafael masuk bertamu. Kakaknya rangga yang melihat itu dari pintu depan langsung angkat bicara “dek, gak sopan banget sih? Udah dianterin pulang, gak berterima kasih, gak disuruh masuk dulu lagi” ucap rangga marah. “ya udah, kaka ajak masuk aja sendiri” ucap nindy cuek dan langsung masuk kerumah. “nindy….!!! Pembangkang banget sih tu anak.” teriak rangga kesal. “ngga” sapa Rafael menghampiri rangga. “eh raf, maafin adek aku ya, aku udah pusing banget ngatur dia” keluh rangga. “udah.. gak apa-apa kok ngga, aku rasa nindy gak kan bisa suka sama aku, kayanya dia udah punya pacar ya?” Tanya Rafael. “gak raf.. nindy tu terlalu bodoh ngarepin cowo tengik yang gak jelas” terang rangga. “udahlah ngga, gak papa kok, aku mundur aja ya? Aku udah capek ngga” ucap Rafael pasrah. “ya udah.. kalo itu mau kamu, sekali lagi aku minta maaf ya, tapi kita tetap sohibkan??” ucap rangga sambil menepuk-nepuk pundak Rafael. “iya… ya udah aku pulang dulu ya..” ucap Rafael sambil berjalan pergi menuju mobilnya.

**********

                Hari ini adalah hari terakhir nindy magang diperusahaan pak tomo papanya bisma setelah 3 bulan lebih menjadi sekretaris, saatnya ia menyerahkan hasil kerjanya keuniversitas dimana ia kuliah. Namun, kegelisaan nindy semalam masih ia rasakan sampai saat jam makan siang. Bisma yang meninggalkannya dengan memegangi kepalanya yang kesakitan, sampai saat ini belum datang menemuinya. Padahal akhir-akhir ini bisma slalu menemuinya dan mengajaknya makan siang kerestoran favorit mereka.

                “hai ndy” sapa dicky yang tiba-tiba datang menghampiri meja kerja nindy. “eh dicky, ilham” balas nindy sambil celingak celingukan memandang kebelakang melihat masih adakah orang selain dicky dan ilham yang datang. Ya, nindy mengharap ada bisma, tapi tetap ia tak menemukan bisma disitu. “kamu cariin siapa? Bisma?” Tanya ilham. “iya,bisma sekarang dimana?” Tanya nindy. “bisma, sa…” ucap dicky namun terpotong. “bisma dirumah, lagi bantu-bantu buat pesta mama ntar malem” sangkal ilham. “oh iya, iya.. itu maksudku..” ucap dicky. Nindy bingung melihaat tingkah dicky dan ilham. Sepertinya ada yang sedang ditutup-tutupi oleh mereka. “oya ndy, ini undangan buat kamu. Datang ya ntar malem..” sambung ilham. Nindy hanya tersenyum manis.

***********

                Malamnya nindypun datang kepesta ulang tahun mama bisma. nindy hanya bisa terdiam dikerumunan orang banyak. Ia merasa asing, tak satu pun dari mereka yang dikenal nindy. Akhirnya setelah lama menunggu, dicky datang menghampiri nindy. Dilihat nindy dicky datang menghampirinya

wanita paruh baya? siapa ya?? penasaran??
see next part..

Kamis, 12 Juli 2012

KEHILANGAN CINTA part 8

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

******************************KEHILANGAN CINTA part 8*****************************


sebelumnya..

“eh bis, kita mau kemana?” Tanya nindy. “ayo.. udah ikut aja..” ucap bisma lagi. “tunggu, aku ambil tas dulu” ucap nindy sambil mengambil tasnya.

_kehilangan cinta 8_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita

Bisma dan nindy pergi dengan mobil bisma menuju suatu tempat. Tak beberapa menit akhirnya mereka sampai. Ternyata bisma membawa nindy kepantai. “kita ngapain disini bis?” Tanya nindy bingung. “aku tau kamu masih sedih, masih kepikiran masalah semalam, makanya aku ngajak kamu kesini, aku pengen kamu ngelupain masalah itu, dan senyum lagi” jelas bisma sambil memegang pundak nindy. “bukannya aku ngelupain masalah semalam, dengan kamu ngajak aku disini malah bikin aku tambah ingat” ucap nindy sedih. “kamu semalam bawa masalah itu pulang sih, makanya kamu gak bisa ngelupainnya, jadi kamu harus ninggalin masalahnya disini” jelas bisma. “maksud kamu apa sih? Aku gak ngerti…” Tanya nindy bingung. Tampa menjawab Tanya nindy, bisma menarik nindy menaiki anak tangga menuju tebing tertinggi ditepi pantai itu, sementara nindy hanya bisa pasrah. “udah sekarang kamu berdiri disini, dan kamu teriak sekencang-kencangnya” ucap bisma. “aaaaaa…..” teriak nindy pelan. “kurang keras, ayo teriak lagi” ucap bisma. “aaaAAA….” Teriak nindy lagi. “kurang keras nindy… kaya gini ni AAAAAAA…….!!!!!” Teriak bisma mencontohkan. “AAAAAAAAA……….!!!!!!!!!!!!!!” Teriak nindy sekencang-kencangnya. “bagus, gimana?? Udah lega??” Tanya bisma. “iya, rasanya kesedihan ku udah berkurang.. lega banget” ucap nindy sambil tersenyum. “kan kalo gitu cantik.. senyum lagi dong” rayu bisma. nindy kembali tersenyum pada bisma, yang sekarang senyumnya semakin lebar. “lebar amat.. kok jadi jelek ya??” ledek bisma. “ikh.. bisma..” seru nindy kesal. Bisma pun berlari menuju tepian pantai dan nindy pun mengejarnya. “bisma jangan lari.. awas ya.. dasar nyebelin..” teriak nindy yg terus mengejar bisma. akhirnya nindy dan bisma main kejar-kejaran ditepian pantai.

Tak terasa hari telah memancarkan cahaya senjanya, terlihat matahari menenggelamkan diri keujung pantai. Nindy dan bisma yang masih berada dipantai itu masih asyik duduk dipasir sambil menikmati indahnya sunset. “baru kali ini aku merasakan perasaan yang aneh, apa mungkin aku udah jatuh cinta pada nindy” batin bisma sambil menatap nindy yang sedang asyik memandangi laut. Tapi, tiba-tiba “aaarrgghhhh…!!!” teriak bisma kesakitan sabil memegangi kepalanya. “bis, kamu kenapa??” Tanya nindy kaget melihat bisma yg tiba-tiba kesakitan. “gak apa-apa kok ndy” ucap bisma sambil terbata-terbata pergi meninggalkan nindy. “bisma kamu mau kemana??” Tanya nindy yang masih bingung. “jangan ikutin aku ndy” seru bisma yang masih kesakitan dan terus melangkah perlahan. Semantara nindy hanya bisa kebingungan melihat bisma yang seperti itu. Apa yang terjadi dengan bisma? kenapa ia seperti itu? Sakit apakah dia? terus apa yang harus nindy lakukan? Semua itu bersarang dibenak nindy.

                “nindy” sapa rafael yang tiba-tiba datang menghampiri nindy. “Rafael??” ucap nindy kaget. ntah dari mana Rafael tau kalau nindy berada dipantai itu “nindy, kamu ngapain sih sendirian dipantai ini?? Cewe gak boleh loh diluar sendirian malem-malem gini” ucap Rafael. “terserah aku deh mau kemana malem-malem kek, larut malem kek, pagi-pagi kek, suka-suka aku dong” ucap nindy sewot dan berlalu pergi dari hadapan Rafael. “yah, nindy.. aku kan Cuma mau ngasih perhatian sama kamu..” ucap rafael sambil mengikuti nindy. “iiikkkkhhh.. lebay banget sih ini orang” ucap nindy dalam hatinya. “ya udah, aku anterin kamu pulang ya?” ajak Rafael.

apakah nindy mau diantarkan pulang oleh rafael??
niii part berikutnya ya..

KEHILANGAN CINTA part 7

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

***************************KEHILANGAN CINTA part 7*******************************


sebelumnya..

Nindy pulang kerumahnya dengan wajah yang penuh kesedihan dan ia berlari menuju kamarnya. “eh dek, main cabut aja, gak liat ada tamu? Sini” pinta Rangga.

_kehilangan cinta 7_oleh nasita ulfah jameina_ follow @athanashita

Terpaksa nindy harus menuruti perintah kakaknya. “kenelin dek, ini rafael” ucap Rangga mengenalkan tamu yang datang itu. “hai, aku rafael” ucap rafael sambil mengulurkan tangannya, namun nindy hanya diam dan cuek. “dek, diajakin ngomong tu, yang sopan dong” bentak Rangga pada adeknya. “gak apa-apa kok ngga” ucap rafael lembut. Nindy akhirnya mau menjabat tangan rafael “nindy”. “kayanya nindy kecapean ngga, mukanya sembab, dan kayanya nindy mo istirahat, lain kali aja ya aku datang lagi” ucap rafael sungkan. “oh, ya udah.. yuk aku anterin kedepan, maaf ya, nindy emang suka gitu” jelas Rangga sambil mengantarkan rafael kepintu depan. (Rafael adalah teman rangga yang akan dijodohkan dengan adeknya).

Setelah Rangga mengantarkan rafael keluar, ia kembali kedalam menghapiri nindy.“eh dek, kamu kenapa? Habis nangis ya?” Tanya Rangga. Namun nindy tidak menjawab pertanyaan kakaknya itu. Melihat nindy sedih mila istri rangga pun ikut angkat bicara. “nindy kamu kenapa dek??” Tanya mila dengan suara lembutnya dan merangkul nindy. “reza kak..” ucap nindy terisak-terisak sambil terus mengeluarkan air matanya dan menyandarkan kepalanya dibahu mila. “kenap reza? Kamu ngeliat reza pulang dengan cewe barunya dan udah lupa sama kamu gitu??” Tanya rangga sewot. “ mas, udah dong.. kasian adek kamu” tegur mila pada suaminya Rangga. “biarin aja mil, biar dia makin sadar.. biar dia gak ngarep lagi sama cowo tengik itu biar dia lebih sopan sama calon suaminya rafael” Rangga menghela nafasnya sejenak “kamu bikin malu kaka dek, besok kalau rafael datang lagi kesini, kamu harus baik-baik sama dia, kalo kamu gak mau dengerin kata kaka lagi, kamu pergi aja dari rumah ini” bentak Rangga. Namun nindy hanya bisa menangis dan terus menangis.

***********

Siang ini nindy hanya duduk termenung dimeja kerjanya. Mukanya masih murung, dia masih teringat dengan reza. “aku harap yang kemaren itu Cuma mimpi, aku gak bisa terima semua ini tuhan..” rintih nindy dalam hatinya. “hei, nindy” seru bisma yang tiba-tiba datang dihadapan nindy. “eh, kamu bis” ucap nindy lesu. “kamu gak makan siang ndy?” Tanya bisma. “gak laper bis” jawab nindy singkat. Bisma yang melihat nindy lesu merasa prihatin. Akhirnya bisma menarik nindy beranjak dari tempat duduknya. “eh bis, kita mau kemana?” Tanya nindy. “ayo.. udah ikut aja..” ucap bisma lagi. “tunggu, aku ambil tas dulu” ucap nindy sambil mengambil tasnya.

kemanakah bisma akan mengajak nindy??ikut aku yuk kepart berikutnya

Rabu, 11 Juli 2012

KEHILANGAN CINTA part 6

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

**************************KEHILANGAN CINTA part 6******************************


sebelumnya...

“aku juga kangen sama kamu sayang” ucap seseorang dari belakang nindy. Nindy membalikkan badannya “reza” seru nindy.

Saat nindy menghampiri sosok itu tiba-tiba menghilang. Ternyata nindy hanya berkhayal. Mukanya yang tadi berbinar melihat sosok reza, berubah murung kembali. Nindy kembali berbalik melihat kelaut, memandangi ombak menghempas karang dan merasakan hembusan angin.

“nindy” seru seseorang yg tiba-tiba datang. “reza” seru nindy kembali berbalik. “ndy, aku udah duga, kamu pasti kesini lagi” ucap bisma. ternyata yang datang bukan reza melainkan bisma “kamu kok tau aku disini?” Tanya nindy bingung. “kamu kemaren habis dari sini juga kan?” Tanya bisma balik. “hmmm… kamu gak kapok-kapok ya ketemu preman kemaren??” sambungnya. “Cuma tempat ini pelampiasan kesedihan aku, aku bisa menenangkan hati aku disni” terang nindy. “ndy, kamu lagi sedih??” Tanya bisma. “emm..mm.. ng.. gak kok” ucap nindy sambil tersenyum menutupi kesedihannya. “ya udah, aku anterin kamu pulang yuk” ajak bisma. “oh gak usah bis, aku pulang sendiri aja” tolak nindy. “gak usah nolak.. ntar kamu ketemu preman lagi.. yuk pulang” paksa bisma sambil merangkul nindy. Nindy akhirnya mau pulang dengan bisma, tapi ketika nindy dan bisma menuju mobil, nindy melihat reza bergandengan dengan seorang cewe “reza” seru nindy dan berlari menuju reza. Sementara bisma yang bingung mengikuti nindy. “ndy kamu mo kemana??” serunya.

“za, reza..” ucap nindy menghalangi jalan reza dan lansung memeluknya “za, akhirnya kita ketemu lagi.. kamu kapan pulang? aku kangen sama kamu..” ucap nindy senang. Namun reza tak membalas pelukan nindy dan cewe yang bersamanya  kesal melihat reza dipeluk oleh nindy. “eh lepesin cowo aku” ucap cewe itu sambil memisahkan pelukan nindy dan reza. Nindy kelihatan bingung “ kamu siapa?”. “eh kamu yang siapa? Aku pacarnya reza” bentak cewe itu. “benar za? Benar dia pacar kamu?” Tanya nindy pada reza. “i... iya.. kenalin ini cewe aku sinta” ucap reza tampa ragu. Sontak nindy kaget, hatinya menjadi hancur berkeping-berkeping, dia tak menyangka reza bisa setega itu dengannya, ini balasannya setelah bertahuntahun nindy setia menunggunya, air matapun mengalir dipipi nindy. Kemudian dengan hati yang terluka berlari pergi, sementara bisma yang melihat kejadian tadi bingung, ia pun ikut mengejar nindy.

“ndy, kamu kenapa?” Tanya bisma sambil melerai tangan nindy. Nindy berbalik, dia tak menjawab pertanyaan bisma, dia hanya menangis sejadi-jadinya. Melihat itu bisma merasa tertegun dan ia pun memeluk nindy. Tangis nindy pun semakin menjadi-jadi “kamu bisa nangis sepuas-puasnya ndy, keluarin semua yang ada dihati kamu” ucap bisma sambil mengusap-usap rambut nindy.

***********

Nindy pulang kerumahnya dengan wajah yang penuh kesedihan dan ia berlari menuju kamarnya. “eh dek, main cabut aja, gak liat ada tamu? Sini” pinta Rangga.

siapa ya tamunya??see next part..

KEHILANGAN CINTA part 5

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

*************************KEHILANGAN CINTA part 5********************************


sebelumnya..

Tidak beberapa lama nindy menunggu, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. Mayang datang bersama seorang cowo.

kehilangan cinta 5_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita

“hai sista aku kangen sama kamu” seru mayang langsung memeluk nindy. “ iya, aku juga kangen banget sama kamu” sambung nindy membalas pelukan mayang. “oh ya, kamu masih ingat ma dia?” Tanya mayang pada nindy setelah melepaskan pelukannya dan menunjuk kearah cowo yang datang bersamanya tadi. Nindy berfikir sejenak sambil memandangi cowo itu “ha…. Morgan” seru nindy. “iya, kamu masih ingat sama aku” ucap morgan seketika sambil cipika cipiki dengan nindy. “kalian kok bisa berdua kesini ya?” Tanya nindy. “kita udah jadian tau” bisik mayang. “oh,oh.. selamat ya” ucap nindy.

Akhirnya mereka melanjutkan pertemuan mereka dengan makan-makan. Sesambil makan mereka berbincang mengingat masa SMA. “oya, ngomong-ngomong cerita masa SMA ni, reza gimana?” Tanya mayang ragu-ragu. Tadinya muka nindy penuh senyum, berubah menjadi murung “reza, sampai sekarang belum ada kabar may, aku gak tau dia sekarang udah balik atau belum” ucap nindy sendu. “kamu yang sabar ya ndy.. maaf aku udah bikin kamu sedih” ucap mayang sambil mengusap-usap bahu nindy. “iya gak apa-apa may..” ucap nindy lagi.

“eh, reza” seru morgan sontak memecahkan keheningan. “udah deh gan, gak usah kamu bilang nama reza lagi, nindy udah sedih ni..” ucap mayang yang masih menenangkan hati nindy. “bukan gitu, aku liat reza keluar dari restaurant ini” ucap morgan. “beneran gan???” Tanya nindy kaget. “iya ndy” ucap morgan lagi. segera nindy bergegas keluar dari restaurant mengejar reza. Nindy melihat reza masuk kemobilnya bersama seorang cewe, segera nindy mengejarnya, tapi mobil reza sudah melaju pergi “reza….” Seru  nindy berteriak memanggil reza. Namun, terlalu jauh buat reza mendengar teriakan nindy. Nindy hanya bisa tertekuk dipinggir jalanan penuh penyesalan. “udah lah ndy, kamu kan bisa cari kerumahnya” ucap mayang sambil mengajak nindy untuk berdiri. “masalahnya keluarga reza udah pindah setahun yang lalu dan aku gak tau alamatnya sekarang” ucap nindy lemas. “ya udah, kamu yang sabar aja ya ndy.. suatu saat kamu pasti ketemu lagi sama reza” ucap morgan ikut menenangkan nindy.

**********

 Ketika jam pulang nindy kembali melangkahkan kakinya kepantai yang biasa iya kunjungi. “reza, aku harap kamu ingat dengan tempat ini, aku kangen sama kamu” ucap nindy dalam hatinya. “aku juga kangen sama kamu sayang” ucap seseorang dari belakang nindy. Nindy membalikkan badannya “reza” seru nindy.

ayo tebak benaran reza gak sih??
kalo penasaran liat part berikutnya ya??

KEHILANGAN CINTA part 4

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*********************KEHILANGAN CINTA part 4***********************************


sebelumnya..

“maaf mas-mas gak bleh masuk tanpa izin” tegur nindy yang sekarang berdiri dihadapan tiga orang itu. “nindy” seru salah satu dari tiga orang itu.

kehilangan cinta 4_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita

“bisma” seru nindy kaget. “wess, kenal ya?” Tanya cowo satu lagi bingung. “kita ketemu lagi, kamu baru ya kerja disini? Soalnya baru liat” Tanya bisma. “bukan bis, aku disini Cuma magang” jawab nindy. “oh magang” ucap bisma singkat.

“eh bis” ucap cowo yang bersama bisma mengkode bisma sambil menyenggol-nyenggol bisma dan melirik kenindy tanda iya ingin dikenalkan. “oh ya ndy, kenalin ini dicky  sama ilham adek-adek ku” ucap bisma. “hai, aku dicky” ucap dicky sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum lebar. “nindy” ucap nindy pula sambil tersenyum dan menjabat tangan dicky. “ilham” ucap ilham singkat. “eh tapi kamu ngapain disini?” Tanya nindy pada bisma. “mmmm…. Aku..” ucap bisma terpotong. “kita mo ketemu papa ni” potong dicky. “papa??” Tanya nindy bingung. Sebelum mereka sempat menjawab, pak tomo keluar dari ruangannya “eh, bisma dicky ilham.. tumben kalian datang berbarengan kekantor, ada apa?”. “ini pa, kita mau ada usulan buat pesta ulang tahun mama ntar.” Ucap dicky. Pak tomo melirik kenindy sebentar “nindy, perkenalkan ini anak-anak saya”. “ ee… ya pak, udah kenal tadi” sahut nindy yang tadi masih bingung. “ya udah kita ngobrolnya didalam aja, yuk” ajak pak tomo pada bisma dan dicky. “ya udah, aku masuk dulu ya ndy” ucap bisma. nindy hanya mengangguk  dan tersenyum, “ndy, aku juga duluan ya” ucap dicky pula sambil tersenyum menggoda. “iya mas” ucap nindy pula. Sementara ilham hanya tersenyum.

*******

Kau buat ku gerah rah rah rah rah… ringtone hape nindy berbunyi, segera ia mengangkatnya. Dilayar telfon terlihat nama sipenelfon mayang my friend

Via telfon__
Mayang :  hai nindy…. How are you??? (berseru semangat 45)
Nindy : mayang, I am fine.. kamu apa kabar jga???
Mayang : baik dong.. ketemuan nyok, aku lagi dilombok ni
Nindy : ayuk, kebetulan lagi jam makan siang ni, kita ketemunya direstoran didepan kantor tempat aku magang ja ya
Mayang : dimana???
Nindy : ntar aku smsin tempatnya deh..
Mayang : oke.. aku tunggu, da…
Telfon pun tertutup…

Setelah nindy mengirim sms nya kemayang, nindy langsung bergegas pergi kerestorant yang ada didepan kantornya. (want you to know ja, mayang adalah temen nindy saat SMA, mayang lah orang yang tau semua kisah nindy dan reza).

************

Tidak beberapa lama nindy menunggu, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. Mayang datang bersama seorang cowo.

siapa lagi ni cowo yg satu ini??
mau tau??
harus baca part selanjutnya....

KEHILANGAN CINTA part 3

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)


*****************************KEHILANGAN CINTA part 3*****************************

sebelumnya..

“kak, aku gak suka deh kaka nyuruh aku ngelupain reza, reza pasti bakalan kembali kok” ucap nindy tiba-tiba sewot.

_kehilangan cinta 3_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita

“dek, dengerin kata kaka kamu ini, reza emang akan balik kesini, tapi bukan buat kamu, kaka yakin dia udah ngelupain kamu, buktinya dia gak pernah ngubungin kamu” nasehat Rangga pada adeknya panjang lebar. “udahlah terserah kaka mau ngomong apa ya, aku percaya sama reza” ucap nindy.

“eh..eh.. ini ada apaan sih ribut-ribut??” Tanya mila istri Rangga yang tiba-tiba datang memecahkan perdebatan nindy dan kakanya. “tau tu, suami kaka, ngeselin banget” ucap nindy kesal. “aduh.. kaka pusing liat kelakuan kalian..” keluh mila. “dan satu lagi, aku sama cowo tadi gak ada hubungan apa-apa, ingat tu” ucap  nindy setengah berteriak sambil masuk kekamarnya. “oke, kalo itu mau kamu, besok kaka bawa cowo yang akan kaka jodohin buat kamu, dan kamu harus mau” paksa Rangga. “gak mau!!” teriak nindy.

*********

Pagi ini adalah hari pertama nindy untuk melaksanakan tugas kampusnya magang disebuah perusahaan. didepan kantor, sebelum ia masuk, nindy merapikan pakainnya dan melangkah masuk. Nindy hanya bisa tersenyum dengan karyawan yang ada dikantor itu, dia terus berjalan menyusuri lorong kantor menuju ruangan presdir. Tok tok tok nindy mengetuk pintu ruangan yang diatas bertulisan presdir room. Nindy kemudian masuk “pagi pak” sapa nindy dengan senyuman manisnya. “pagi, silahkan duduk” ucap pak tomo presdir perusahaan itu. Nindy dan pak tomo berbincang-bincang dan sepertinya pak tomo senang. “hari ini kamu sudah bisa magang diperusahaan ini sebagai sekretaris saya” ucap pak tomo. “iya makasih pak” sambung nindy dan kemudian keluar dari ruangan itu. Nindy bergegas duduk dimeja barunya, didepan ruangan presdir duduk manis sebagai sekretaris presdir.

**********

“maaf mbak, presdirnya ada diruangan?” Tanya seseorang pada nindy. Sementara nindy yang lagi asik mengotak atik komputernya berhenti sejenak dan menjawab datar “ada mas, mau bertemu dengan presdir? Apa mas udah ada janji?” Tanya nindy kemudian melanjutkan pekerjaannya. “eh ky, ngapain pake Tanya segala, masuk aja, kalo papa gak ada, keluar aja lagi” ucap satu orang lagi yang tiba-tiba datang menghampiri cowo tadi diikuti seorang cowo lagi dari belakang. Orang itu menarik cowo itu masuk keruangan presdir. Sontak nindy tertegun dan langsung beranjak dari tempat duduknya mencoba menghalangi tiga orang itu. “maaf mas-mas gak bleh masuk tanpa izin” tegur nindy yang sekarang berdiri dihadapan tiga orang itu. “nindy” seru salah satu dari tiga orang itu.

ayo tebak.. siapa ya orang yg barusan menyapa nindy??
see next part ya..

Selasa, 10 Juli 2012

cinta yang seharusnya

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

*******************************cinta yang seharusnya*************************************


“haaa… pagi yang indah…” ku awali hari ku dengan meregangkan tubuh yang telah kaku sehabis menikmati mimpi indah semalam. Aku berdiri dibalkon kamarku, menatap pagi yang cerah, dengan dedaunan yang masih dihinggapi embun, burung-burung menyanyikan lagu paginya. “pagi keyla” sapa seorang pria pada ku dari rumah sebelah. Aku yang mendengarnya sontak kaget dan mengarah pada suara tersebut “oh no!!” aku segera berlari memasuki kamarku “oh my god… barusan reza nyapa aku, aku gak mimpi kan??” aku histeris setelah mendapat sapaan dari cowo yang sudah lama aku kagumi dan pernah berkhayal menjadi pacarnya. Bagaimana tidak, reza adalah cowo idaman semua cewe yang ada dikampus. Memang semenjak mama menikah dengan om tomi, upss… maksudnya papa tomi sebulan lalu aku bertetanggaan dengan reza. Tau dong kaya apa bahagianya aku? ini adalah hal yang kebetulan banget.
“keyla… buruan… nanti kamu telat kekampus loh” terdengar suara memanggilku dari balik kamar dan I know who she. “iya ma..” balasku. Segera ku rapikan tempat tidurku yang berantakan. Kemudian bergegas ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

***************

“pakaian udah rapi, rambut udah oke, tas? Udah pas semua isinya” aku berfikir-fikir sejenak agar tidak melupakan sesuatu sebelum berangkat kekampus. “ udah ah let’s go to kampus”.
Ku turuni satu persatu anak tangga menuju ruang makan, disana sudah duduk mama dan papa. “pagi pa, ma..” sapa ku sambil duduk dan langsung menyiapkan sarapan pagiku. “key, kamu yakin mau kerja sambilan?” tanya papa seketika itu. “yakin dong pa.. udah dapet ya pa pekerjaan sambilan buat keyla?” tanya ku pula antusias. “iya, tapi pekerjaannya sedikit berat key” terlihat sedikit memberat ucapan yang keluar dari mulut papa. “seberat apa pun keyla pasti bisa pa.. sebelumnyakan keyla kerja sambilan juga bantu mama”. “pekerjaannya beda dari pekerjaan kamu sebelumnya” terang papa. “memang apa sih pa pekerjaan buat keyla?” mama pun mulai angkat bicara karna mulai penasaran dengan perkataan papa. “salah satu rekan bisnis papa lagi butuh perawat anaknya yang lagi sakit, kamu mau?”. “kalo jadi perawat mah keyla sanggup, pa. kecil..” jawabku mantap. “oke, ini alamatnya. Hari ini kamu harus kesana buat kerja langsung” papa pun memberikan secarik kertas yang bertuliskan sebuah alamat. “dan ini kunci mobil buat kamu” sambung papa lagi yang sekarang memberikan salah satu kunci mobilnya. “buat apa pa? keyla kan udah biasa pake bis kekampus” protesku. “keyla, tempat kerja kamu tu terpencil, jadi kamu harus pake mobil sendiri kesana”. “oke deh pa.. ya udah keyla berangkat kekampus dulu, assalamualaikum ma, pa” aku berpamitan sambil menciumi tangan kedua orang tua ku.

***************

“keyla” sapa seseorang dari balik kaca mobilku sambil mengetuk-ngetuknya. “what?! reza? Dia mau apa ya?” batinku dengan pipi memerah. Segera aku turun dari mobilku dengan salting “reza, a.. ada apa?” tanyaku gugup. “mobil aku lagi dibengkel, tadinya aku mau berangkat bareng kamu naik bis, tapi kayanya kamu hari ini pake mobil” terang reza dengan tampang coolnya. “i…iya udah, kamu naik mobil bareng aku aja.. kamu yang nyetir ya?”. “it’s oke” singkat kata yang muncul dari mulut reza mampu membuat jantungku berdetak lebih kencang. Segera kami memasuki mobil dan rezapun melajukan mobilnya.

**************

Hampir satu jam untuk aku bisa sampai ketempat ini. tempat dimana sekarang aku mulai menjalani pekerjaan baruku. Betul apa yang papa tadi pagi katakan padaku, tempat ini sangat terpencil, hanya ada satu rumah disini, dan disekitar rumah hanya ada pepohonan dan rerumputan hijau, dan satu lagi disana juga ada sebuah danau. Sungguh indah tempat ini!! amazing!!
“tok tok” ku awali dengan mengetuk pintu rumah megah itu. Tak perlu lama aku untuk mengetuk pintu yang besar itu, perlahan dari balik pintu seseorang membukanya. Dibalik pintu ku lihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian blazer hitamnya terlihat anggun memperlihatkan bahwa dia adalah seorang wanita karir “selamat siang” sapanya lembut. “siang bu, saya...” kata-kata ku terpotong oleh wanita itu “iya, saya tau kamu keyla kan? Anak pak tomi yang akan bekerja dirumah saya?” belum sempat aku menjawab wanita itu langsung berkata-kata lagi “saya aneke, saya ibu dari orang yang akan kamu rawat”. “salam kenal tante” sapa ku dengan senyum ceria dan wanita itu pun tidak ingin kalah, ia memberikan senyum yang memperlihatkan kalau ia orang yang sangat ramah. “ayo masuk, saya akan memperkenalkan kamu dengan anak saya langsung”. “iya tante” jawab ku singkat.
Tante aneke membawaku kesebuah ruangan yang cukup besar, dia menghentikan langkahnya didepan pintu ruangan tersebut, sontak aku pun ikut menghentikan langkahku. Dari situ aku bisa melihat jelas seorang lelaki muda duduk diatas ranjangnya, dengan mata yang terus mengarah pada satu titik, jelas ku lihat pandangan lelaki itu kosong. Dalam otak ku pun muncul banyak pertanyaan siapa dia? kenapa dia seperti itu? Sakit kah? Atau kehilangan kejiwaan? Kenapa dia bisa seperti itu?. Bahkan aku tidak menyangka akan merawat seorang lelaki yang bisa tergolong dewasa, bisa ku perhitungkan kalau umurnya tak jauh lebih tua dari umurku, mungkin umurnya hanya berjarak 3 tahun dari umurku.
“dialah orang yang akan kamu rawat. Namanya morgan, dia satu-satunya anak saya. Tapi keadaannya seperti itu, seperti orang yang tidak ada semangat hidup sama sekali. Sudah setahun berlalu, tapi tidak ada perubahan apapun pada morgan, ia slalu diam, tidak pernah sedikitpun mengeluarkan kata-kata” wajah yang tadinya selalu memperlihatkan senyum manisnya sekarang berubah murung. Tante aneke terlihat sangat amat terpukul melihat keadaan anaknya, matanya berkaca-kaca. “boleh keyla dekatin morgan tante?” tanya ku pelan. “oh, tentu, hari ini kamu sudah bisa mulai merawat morgan” sontak ia segera mengeringkan matanya yg tadi berbinar dan mencoba untuk menegarkan hatinya lagi. “silahkan, tante tinggal ya?”. Aku hanya mengangguk sedang.
Setelah ditinggal tante aneke, akupun mulai perlahan mendekati morgan. “hai morgan..” sapa ku pelan takut aku tidak diterima oleh morgan. Namun, ternyata tidak ada respon apa pun dari morgan, dia hanya terdiam dan terus memandang pada satu arah. “kenalin aku keyla, lengkapnya keyla marvella. Aku perawat kamu yang baru.” Perlahan tapi pasti ku ajak ia berbicara dan tidak ragu ku berikan senyum ku padanya. Namun, tetap tidak ada respon. “huuuuuffftttt..” melihat morgan aku hanya bisa menarik nafas panjang.

*************

Malam ini ku rasakan tubuh ku lelah setelah melakukan aktifitas baruku. Menjadi perawat seseorang yang kehilangan kejiwaannya, morgan. Ku sandarkan tubuhku disofa ruang tamu rumahku. “sudah banyak orang yang jadi perawat morgan, mereka semua hanya bisa mengeluh dan akhirnya mengundurkan diri karna tidak sanggup merawat morgan yang tidak ada kemajuan sama sekali. Dokter pun menyerah untuk menyembuhkan morgan. Hanya obat yang bisa saya beri pada morgan. Saya harap kamu bisa lebih lama untuk tinggal merawat morgan disini.”
“gimana hari pertama kamu kerja?” ucapan papa langsung membuat lamunanku buyar. “oh.. eng.. lumayan pa. ini pengalaman baru buat aku”. “kalau kamu gak sanggup bilang aja sama papa. Papa pasti cariin kamu pekerjaan yang lain” ucapan papa seakan tau bagaimana pekerjaan ku saat ini. “gak usah pa, bukan keyla namanya kalau gak sanggup. Jadi papa tenang aja ya?” ucapku mantap. “syukurlah kalau kamu suka”. Aku hanya tersenyum kecil melihat papa percaya denganku.

**************

                 “hey key…” tiba-tiba seseorang menghapiriku yang sedari tadi hanya sibuk membaca novel kesayanganku ditaman kampus. “reza?” jantung yang semula normal berubah 180 derjat menjadi tidak terkendalikan degupannya begitu kencan. “key, aku mau ngungkap rahasia besar sama kamu” ucapnya perlahan. “apa?” tanya ku bingung. “rahasia ini rahasia hati aku” reza mulai menghadapkan tubuhnya padaku yang semula bersandar dibangku “hati aku bilang kalo aku ternyata cinta sama kamu” pernyataan reza sontak membuatku kaget. apa ini? apakah reza sedang menembak ku? “mm.. ma.. maksud kamu apa?” tanya ku gugup. Reza semakin medekat padaku dan kemudian ia menggenggam kedua tanganku “apakah kamu mau jadi pacarku?” pertanyaan itu hampir membuat jantung ku berhentik berdetak. Ini yang selama ini aku tunggu, kesempatan ku untuk menjadi pacar reza anugrah, seorang cowo yang diidolakan oleh para gadis dikampus ini. “are you serious?” tanyaku masih tidak percaya “sure”. “aku mau” dengan sigap aku menjawab pertanyaan reza seolah aku takut pertanyaan itu akan ditarik lagi oleh reza. “jadi sekarang kita pacaran?” reza hanya mengangguk lalu memeluk ku.

************

Betapa senangnya aku hari ini, akhirnya aku bisa menjadi seorang pacarnya reza. dengan hati bahagia aku turuni mobilku, ku langkahkan kakiku memasuki rumah morgan, hari ini aku harus tetap bekerja merawat morgan, besok juga, dan setiap hariku. Ku rasa sekarang aku tidak akan merasa lelah lagi, ada reza yang sekarang menjadi penyemangatku.
Ku lihat morgan yang masih diam seribu bahasa duduk diatas kursi rodanya. “kematian Sandra orang yang dicintai morgan membuat kehidupannya berubah. Begitu besar cintanya morgan kepada Sandra. Sandra seakan bagian dari nyawa morgan, ketika hilang bagian itu, maka yang sebagiannya lagi tak cukup untuk difungsikan dengan baik”.

***************

Semua tentang morgan sudah ku ketahui dari mulut mamanya. Sebulan aku berfikir keras, apa yang bisa aku lakukan untuk kesembuhan morgan. Tidak ada gunanya aku merawat morgan tanpa menyembuhkannya, aku rasa percuma. Setiap saat aku ajak dia berbicara, menceritakan betapa indahnya kehidupan ku. Apa lagi kisah cinta ku dan reza, tidak akan ada yang bisa menandingi kebahagianku itu. Aku ajak dia untuk mengeluarkan semua isi hatinya dan merenungkan masa lalunya. “aku rasa untuk setahun cukup buat kamu mengenang masa lalumu dengan Sandra. Sekarang lupakan semua itu morgan. Masa depan kamu masih panjang, kehidupan baru kamu yang indah sudah menunggu lama, jangan sia-sia kan itu morgan. Jika kamu tetap begini, aku anggap kamu gak lebih dari seorang pecundang” kata pencundang agak aku tekankan pada ucapanku.Setiap hari aku selalu mengajaknya menghirup udara segar, melihat keindahan yang ada disekitar rumahnya, menghiburnya dengan keceriaanku. Namun, sia-sia rasanya morgan masih tetap pada pendiriannya.
Pernah suatu hari aku lelah, aku tidak sanggup untuk merawatnya. Ia terlalu mengeraskan hatinya dan aku luapkan semua kekesalanku padanya “cukup morgan, aku capek ngurus kamu! Aku gak tau apa yang harus aku lakuin! Kamu terlalu keras kepala. Silahkan kamu begini terus, aku gak mau liat kamu lagi! dasar pecundang. PENCUNDANG!!” aku berteriak sekencang-kencangnya dihadapan morgan. Setelah itu aku berlari menjauh dari hadapan morgan. Dari kejauhan ku lihat ada butiran air bening mengalir dari matanya, namun aku tidak memperdulikan itu, aku terlalu emosi pada saat itu.

****************

“key, key.. key!” teriakan itu seketika mebuyarkan lamunan ku. “kamu kenapa sih? Akhir-akhir ini kamu suka melamun kaya gini. Apa yang kamu pikirin? kamu bosan sama aku?” reza terus meluapkan kekesalannya pada ku. “bukan gitu za, aku..” belum sempat aku memberi penjelasan reza langsung menyambar perkataanku “terlebih sekarang kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu  yang gak jelas itu. aku rasa cukup, aku gak mau berhubungan sama cewe kayamu”. “ma..maksud kamu apa za?” sontak aku kaget, apa maksud dari perkataan reza? apa mungkin dia ingin putus? “masih banyak cewe yang lebih cantik nunggu aku diluar sana, dan bisa bahagiain aku dari pada kamu. Jadi sekarang kita PUTUS!!” teriakan reza begitu jelas ditelinga ku. Mata ku terbelalak, aku tidak percaya semua ini. setelah jelas reza bicara dengan ku, ia langsung melangkahkan kakinya pergi dari hadapanku “za, kamu gak seriuskan? kamu Cuma bercandakan? aku tau itu, karna aku tau kamu cinta banget sama aku” aku meraih tangannya dan memastikan ucapannya. Namun, reza hanya menghempaskan tanganku dan terus melangkahkan kakinya pergi menjauh dari hadapan ku. Air mata ku pun tidak terbendung lagi “reza… aku sayang sama kamu… kenapa sih kamu egois? Kenapa reza?” hujanpun turun deras seolah langit ikut menangis melihatku yang lemas tak berdaya. Ku langkahkan kakiku, seolah aku tau dimana tempatku bisa meluapkan kesedihanku.

**********

Dengan badan yang masih basah ku buka pintu besar rumah morgan yang tidak dikunci itu. Kulihat morgan telah menunggu dengan kursi rodanya didepan pintu, seolah ia tau kalau aku akan datang menjenguknya. Aku berlutut dihadapannya “morgan, reza.. reza ninggalin aku” air bening itu kembali membasahi pipiku. Aku terlalu lemah untuk menahannya. Kurebahkan kepalaku dipangkuannya menangis, meluapkan kesedihanku. Namun, sesaat setelah itu kurasakan ada sebuah belaian lembut menyentuh rambutku, sontak aku menoleh “m.. mo.. morgan..” hanya kata itu yang keluar dari mulutku, kata yang terlalu berat ku ucapkan. Morgan membelai rambut ku, apakah ini bertanda morgan akan sembuh? Kesedihanku berubah seketika menjadi senyum penuh haru.

***********

 “mari kita bicara diluar saja, bu aneke” ajak dokter setelah beberapa menit memeriksa morgan, karena penasaran aku pun mengikuti tante aneke dan dokter keluar dari kamar morgan.“ini sungguh keajaiban besar, perkembangan kesehatan morgan drastis meningkat. Saya tidak menyangka bisa seperti ini. apa yang membuat morgan seperti ini bu?” dokter itu seperti kebingungan. “saya juga tidak tau jelas, dok.” Mama morgan pun juga kebingungan. “apa ada orang baru yang dekat dengan morgan?” tanya dokter itu lagi. ibu aneke berfikir sejenak  kemudian menoleh padaku “oh.. keyla, dok. Dia yang sebulan lebih ini merawat morgan”. “oke, saya harap keyla tetap merawat morgan. Dengan itu saya rasa morgan pasti akan segera pulih total”. Mendengar itu aku langsung bergegas memasuki kamar morgan, ku lihat dia hanya terlelap diranjangnya setelah diperiksa dokter. Aku mencoba mendekati morgan dan duduk disampingnya “morgan, maafin aku. aku terlalu emosi waktu itu.” Ku hela nafas ku sejenak “aku janji, aku akan tetap tinggal disini merawat kamu sampai kamu sembuh nanti” entah apa yang menarikku untuk perlahan mencium kening morgan hingga morgan pun terbangun dari tidurnya “ma..maaf gan. Aku udah bangunin kamu. Kamu tidur aja lagi, aku keluar ya” bergegas aku beranjak dari sisi morgan. Namun, tidak sampai aku jauh melangkah morgan langsung menyambar tangan ku “tetap disini” dua kata tapi penuh arti, kata pertama yang ku dengar dari mulut morgan.

************

Sekarang aku kembali yakin, aku benar-benar bisa menyembuhkan morgan walaupun aku bukan seorang dokter ahli, mahasiswi psikologi pun bukan. Setiap hari seperti biasanya aku hiasi hari-hari morgan dengan keceriaan ku. Melihat morgan setiap harinya semakin  pulih membuatku lupa dengan kesedihanku. Kesedihan ditinggal oleh orang yang sangat amat aku cintai, reza. aku tidak peduli lagi dengan reza yang sekarang menghilang entah kemana, yang aku dengar ia pindah kuliah keluar negri. Entah lah, aku tak perduli. Yang terpenting bagiku sekarang adalah kesembuhan morgan.

*************

“key, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” Suara itu, suara yang tak asing lagi bagiku akhir-akhir ini. “mau ngomong apa? ngomong aja” pintahku dengan senyum manisku. “aku cinta sama kamu.” Setelah lama ia memandang lurus kedanau sekarang ia mengarah padaku dan menggenggam tanganku. “aku mau kamu jadi pendamping hidup aku, kamu mau kan?” sontak aku kaget dengan ucapan morgan, aku memang sudah melupakan reza, tapi aku belum bisa membuka hati aku untuk orang lain. Apa yang harus aku katakan pada morgan? Aku tidak mungkin menolaknya. Tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku bingung, ku balikan badanku dan berlari sekencang-kencangnya menjauhi morgan. Ku lihat dari kejauhan morgan sepertinya kecewa dengan sikapku.

**************

Malam ini aku duduk disudut kamarku. Perasaanku bercampuraduk, ada perasaan bingung dengan perasaanku, perasaan sedih, kawatir dengan morgan, apa yang dia lakukan sekarang setelah aku tinggalkan tadi? aku takut dia kenapa-kenapa, aku takut ia kembali prustasi. “lo emang bodoh keyla. Gimana nanti morgan kembali kaya dulu lagi, setelah usaha yang lo lakuin, sekarang lo harus melihatnya hancur lagi? bodoh, bodoh, BODOH!!” teriakanku hampir memecahkan suara derasnya hujan diluar sana.
“keyla!! Aku datang. Keluar key. Aku mau ngomong sama kamu” suara ini tak asing ku dengar, walaupun bisa mengalahkan suara hujan deras, namun tetap lembut ku dengar. Aku beranjak menuju jendela kamarku, ku arahkan pandanganku keluar rumah. Aku tak percaya apa yang ku lihat benar morgan yang ada ditengah hujan sana. “key, kamu pasti gak akan nyangka kalau yang berdiri sekarang disini aku, morgan. Kamu pasti mengira aku kembali seperti dulu. Gak akan, key. Kamu orang yang menyembuhkan aku dan tidak akan pernah aku rusak semua usaha kamu selama ini. aku seperti ini karna cintamu” penjelasan itu seakan menjawab semua kekawatiran ku pada morgan.
Aku berlari menuruni anak tangga, ku ambil payung dan langsung aku berlari menuju morgan tak perduli gemuruh yang menyambar diluar sana. Kulihat morgan hampir pergi dari hadapan ku “morgan” teriakku, namun ia tak mendengarnya. Aku percepat langkah kakiku mengejarnya dan ketika aku mampu meraihnya ku peluk dia erat dari balik punggungnya, hingga payung yang ku pegang ku biarkan terbang dibawa angin. “morgan, jangan pergi” pintaku yang masih terus memeluknya. Morgan menggenggam tanganku yang telah dingin membeku “aku tau kamu masih belum bisa terima cinta lain selain reza. aku ngerti kamu butuh waktu buat mencintai aku. aku sangat ngerti. Jadi silahkan kamu pikirkan lagi, aku pasti akan nunggu kamu sampai kapanpun. Tapi aku mohon.. jangan pernah lari dari hadapanku, aku gak bisa jalanin hari-hari ku tanpa kamu. Karna Cuma kamu yang bisa memberi hidupku warna”. “gak morgan, sekarang aku gak butuh mikir lagi, aku udah tau apa yang harus aku jawab sekarang. Aku juga cinta sama kamu. Aku gak perduli siapa kamu dulu. Dan aku mau jadi pendamping hidup kamu” ucapanku perlahan tapi pasti dan aku yakin dengan perkataanku. “kamu serius key? Kamu yakin?” tanya morgan seketika sambil memegangi kedua pipiku. “aku sangat serius dan aku sangat amat yakin”. Seketika itu terpancar senyum khas dari morgan walau hujan terus mencoba menghapusnya. Dengan badan yang menggigil morgan langsung memelukku erat “makasih key. Makasih my guardian angel”. Perasaanku lega, dipeluk morgan semakin membuatku yakin kalau aku mencintainya, pelukan hangat yang membuatku nyaman sampai-sampai dinginnya hujan tak ku rasakan lagi.

the end

KEHILANGAN CINTA part 2

oke sahabat pengetahuan21..nii ada cepen yang ditulis oleh Nasita Ulfa Jameina...:)
Jika ingin di copast silahkaan..tetapii anda harus mencantumkan sumbernya ..
terima kasih untuk tidak mengcopast tanpa izin penulis:)

******************************KEHILANGAN CINTA part 2******************************
sebelumnya..
“jangan buru-buru dong.. kita senang-senang aja dulu” ucap preman itu lagi yang kesekarang mulai menyekap nindy. “lepasin!! Lepasin!!!” teriak nindy. Namun dua orang preman itu terus menyeretnya.
_Kehilangan cinta 2_oleh nasita ulfah jameina_follow @athanashita
“hei, mo kalian bawa kemana dia? lepesin!!” tegur seorang pria. “eh, lo gak usah ikut campur ya. Pergi sana lo” bentak preman itu. Namun, bruuuuukkkk pria itu memukul preman-preman itu. Akhirnya terjadilah perkalian antara pria dan preman itu. Nindy hanya bisa diam dan menangis dipinggir jalan. Akhirnya pun pria itu berhasil membuat preman-preman itu kapok dan pergi berlari terbirit-terbirit.
“kamu gak apa-apa?” Tanya pria itu yang sekarang berdiri dihadapan nindy. Namun, nindi tak menjawabnya, dia masih ketakutan dan trauma dengan pristiwa tadi. “udah kamu gak usah takut, mereka gak akan berani ganggu kamu lagi” ucap pria itu lagi. “iya, makasih mas” ucap nindy. “oh, iya sama-sama, tapi jangan panggil saya mas, nama saya bisma” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya. “saya nindy” sambung nindy menjabat tangan bisma. “kamu ngapain malam-malam jalan sendirian dijalan yang sunyi kaya gini?” Tanya bisma pada nindy. “aku mo pulang, bis” ucap nindy. “ gak baik cewe jalan sendirian malem-malem kaya gini, aku antarin kamu pulang ya” ajak bisma, nindy hanya mengangguk tanda iya. kemudian bisma mengajak masuk kemobil dan mengantarkannya pulang.
**********
“makasih  bis, udah ngantarin aku pulang, dan sekali lagi makasih ya, kalo gak ada kamu aku gak tau apa yang akan terjadi sama aku” ucap nindy saat dia keluar dari mobil bisma. “oh, iya.. ya udah ya aku pulang dulu, udah malem banget” ucap bisma pamit. “ya udah hati-hati dijalan ya” ucap nindy.
Setelah itu nindy masuk kerumahnya. “cieee.. dedek diantarin sama cowo ni yee…” seru seseorang saat nindy membuka pintu rumahnya. “ikh, kak rangga ngagetin aja..” ucap nindy ketika dia tau orang yang menyapanya itu. Nindy memang tinggal bersama kakaknya Rangga dan istrinya. “kaka seneng kamu udah bisa ngelupain reza dan mencoba membuka hati kamu buat cowo lain, jadi gak manyun-manyun lagi.” ucap Rangga. “kak, aku gak suka deh kaka nyuruh aku ngelupain reza, reza pasti bakalan kembali kok” ucap nindy tiba-tiba sewot.
bagaimana kelanjutan pertengkaran nindy dan kaka na rangga??
see next part ya..:)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost